Kekurangan Gizi Mikro Menyebabkan Peningkatan Resiko Penyakit Pasca Lebaran
- 29 Mar 2026 20:47 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Banyak faktor yang mempengaruhi resiko penyakit meningkat setelah lebaran. Salah satunya disebabkan pola makan yang tidak seimbang, sehingga kekurangan gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.
Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tanjungpinang, dr. Delvi Atriani, mengatakan ada cukup banyak faktor penyebab meningkatnya resiko penyakit pasca lebaran. Mulai dari pola makan, pola aktivitas hingga dari segi waktu istirahat.
“Semua hal tersebut berubah saat kita merayakan hari raya, dan tentu saja hal ini berpengaruh terhadap kesehatan,” ujar Delvi Atriani, Minggu, 29 Maret 2026.
Dari pola makan, mayoritas masyarakat selama lebaran justru mengalami defisiensi atau kekurangan gizi mikro. Hal ini disebabkan hidangan hari raya hampir semuanya mengandung gizi makro seperti protein, lemak dan kerbohidrat, tetapi sangat sedikit mengandung vitamin dan mineral.
Menurutnya, sangat jarang ditemukan hidangan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin dan mineral di lebaran. Sebaliknya, hidangan lebaran banyak mengandung makanan manis, berlemak dan karbohidrat tinggi, seperti kue-kue manis yang semuanya mengandung gula dan kabohidrat tinggi.
“Gizi makro sangat penting sebagai sumber energi fisik, namun untuk menjaga imunitas dan daya tahan tubuh di perlukan gizi mikro seperti vitamin dan mineral,” tuturnya.
Maka, pada hari ke empat dan kelima setelah lebaran, banyak orang mengalami batuk, pilek, flu, demam, meriang dan pegal-pegal. Kondisi ini terjadi karena penurunan asupan gizi mikro yang berdampak pada keseimbangan tubuh.
Kemudian, pola hidup selama lebaran juga berubah drastis berdampak pada kesehatan. Biasanya harian rumah dua jam istirahat sekitar 6 jam bekerja atau belajar.
Ketika, lebaran, aktivitas menjadi padat dengan bersilaturahmi dan kunjung mengunjungi keluarga dari pagi sampai malam. Menjadikan kekurangan waktu untuk tidur maupun istirahat dengan jadwal yang padat tadi.
“Kondisi ini menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu dan rentan terhadap penyakit,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....