Pola Minum 2–4–2: Kunci Terhindar dari Dehidrasi saat Puasa

  • 22 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menahan lapar dan dahaga selama Ramadan membuat tubuh kehilangan asupan cairan dalam waktu cukup lama. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi ringan hingga sedang.

Dehidrasi saat puasa sering ditandai dengan rasa lemas, sakit kepala, dan menurunnya konsentrasi. Gejala ini biasanya muncul pada siang hari hingga sore hari ketika cadangan cairan tubuh mulai berkurang.

Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebutuhan cairan selama puasa tetap harus dipenuhi dengan pola minum 2–4–2. Pola ini dilakukan dengan dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur untuk membantu memenuhi sekitar delapan gelas per hari.

Pemenuhan cairan yang cukup berperan penting dalam menjaga fungsi organ tetap optimal. Hidrasi yang baik juga membantu menjaga tekanan darah, sirkulasi, dan suhu tubuh tetap stabil.

Air putih menjadi pilihan utama untuk menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa. Konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan justru dapat memicu rasa lapar lebih cepat keesokan harinya.

Saat waktu terbuka tiba, tubuh memerlukan cairan untuk memulai proses rehidrasi secara bertahap. Mengawali dengan air putih membantu sistem pencernaan kembali aktif sebelum menerima asupan makanan lebih berat.

Kebiasaan minum sekaligus dalam jumlah besar tidak dianjurkan. Cairan yang dikonsumsi bertahap lebih efektif diserap tubuh dan tidak membebani lambung.

Waktu malam menjadi kesempatan penting untuk mencukupi kekurangan cairan. Pembagian minum secara berkala membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan hingga waktu sahur.

Sahur memiliki peran strategis dalam mencegah dehidrasi di siang hari. Asupan air yang cukup saat sahur membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama.

Selain pola minum, aktivitas fisik dan paparan cuaca panas juga mempengaruhi kebutuhan cairan harian. Semakin tinggi aktivitas, semakin besar potensi kehilangan cairan melalui keringat.

Tanda dehidrasi perlu diwaspadai sejak dini. Mulut kering, urine berwarna pekat, dan pusing dapat menjadi sinyal tubuh kekurangan cairan.

Menjaga pola minum secara teratur merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat selama Ramadan. Dengan hidrasi yang cukup, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....