Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Berbagai Penyakit Kronis

  • 18 Mei 2026 11:13 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kebiasaan duduk terlalu lama semakin menjadi perhatian para ahli kesehatan karena dapat memicu berbagai penyakit serius. Aktivitas yang minim gerak, terutama saat bekerja di depan komputer atau bermain gawai dalam waktu panjang, membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk membakar kalori dan menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan secara perlahan tanpa disadari.

Melansir dari situs alodokter.com, menunjukkan bahwa duduk terlalu lama berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Saat tubuh jarang bergerak, aliran darah menjadi kurang optimal sehingga kadar lemak dan gula dalam darah lebih sulit dikendalikan. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat dan pembuluh darah menjadi lebih rentan mengalami penyumbatan yang memicu serangan jantung maupun stroke.

Selain penyakit jantung, kebiasaan duduk berjam-jam juga dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2. Kurangnya aktivitas fisik membuat metabolisme tubuh melambat sehingga pembakaran energi tidak berjalan maksimal. Lemak pun lebih mudah menumpuk, terutama di area perut, yang kemudian meningkatkan resistensi insulin dan risiko gangguan gula darah.

Dampak lain yang sering muncul adalah gangguan pada otot dan tulang. Duduk dengan posisi yang sama terlalu lama dapat memicu nyeri punggung, leher, hingga gangguan postur tubuh. Otot kaki dan pinggul menjadi lebih lemah karena jarang digunakan, sementara tulang belakang menerima tekanan terus-menerus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih aktif bergerak di sela-sela aktivitas harian guna mengurangi dampak buruk duduk terlalu lama. Berdiri, berjalan singkat setiap satu jam, serta rutin berolahraga menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Dengan menerapkan pola hidup aktif, risiko berbagai penyakit akibat terlalu lama duduk dapat ditekan secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....