Dinkes Tanjungpinang Waspadai Lonjakan Penyakit Musiman
- 08 Feb 2026 14:22 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat. Hal ini karena perubahan cuaca dan keterbatasan air bersih yang terjadi belakangan ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan penyakit yang paling sering muncul baik pada musim kemarau maupun penghujan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala seperti batuk, pilek, dan demam, yang dipicu oleh perubahan cuaca.
“ISPA ini memang selalu ada, baik musim hujan maupun kemarau, karena dipengaruhi perubahan cuaca,” ujar Rustam, Minggu, 8 Februari 2026.
Rustam menyebutkan, selain ISPA, keterbatasan air bersih juga berpotensi menimbulkan penyakit diare. Hal itu bisa terjadi akibat penggunaan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan, terutama untuk memasak dan mencuci peralatan makan.
“Misalnya air dari tanki yang kita tidak tahu sumbernya,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan kebiasaan menyimpan air saat pasokan terbatas perlu diwaspadai. Penampungan air yang tidak ditutup rapat dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Kalau menyimpan air, pastikan wadahnya ditutup agar tidak jadi tempat nyamuk berkembang biak,” ucapnya.
Selain penyakit menular, Rustam menyebut penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang juga masih mendominasi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan. Bahkan, kasus hipertensi kini banyak ditemukan pada usia di atas 30 tahun, meski tidak sedikit yang mulai muncul pada usia lebih muda.
"Di atas 30, tapi banyak juga yang dari agak lebih muda,” tuturnya.
Menurut Rustam, berdasarkan data terakhir, penyakit yang paling sering ditemukan meliputi ISPA, diare, DBD, serta hipertensi. Untuk kasus DBD, wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Batu Sembilan, Pinang Kencana, dan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Rustam mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala ISPA yang tidak membaik setelah dua hari. Selian itu juga lebih berhati-hati dalam penggunaan air selama masa keterbatasan air bersih.
“Perubahan musim ini harus kita sikapi dengan kewaspadaan bersama agar tidak terjadi peningkatan kasus penyakit,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....