DBD Berdampak Serius bagi Ibu Hamil dan Janin

  • 05 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius bagi ibu hamil meski tidak menular langsung ke janin. Dampak yang ditimbulkan dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin dalam kandungan.

Ketua kelompok kerja (Pokja) 4 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Tanjungpinang, Duma Sari Rambe, menjelaskan ibu hamil yang terserang DBD dapat mengalami kondisi tubuh yang sangat lemah akibat penurunan trombosit. Kondisi tersebut membuat sang ibu sulit beraktivitas dan berisiko terhadap kehamilan yang sedang dijalani.

“Saat terjangkit DBD, ibu hamil akan mengalami kondisi sangat lemah akibat penurunan trombosit,” kata Duma Sari Rambe, Kamis 5 Februari 2026.

Dampak dari DBD berbeda sesuai usia kehamilan ibu. Pada kehamilan muda, DBD berisiko menyebabkan keguguran, sementara pada kehamilan tua dapat memicu kelahiran prematur.

“DBD tidak menular, tetapi berdampak kepada Janin yang di kandung,” ujarnya.

Kondisi kesehatan ibu sangat menentukan keselamatan janin karena seluruh asupan dan kondisi ibu mengalir ke janin melalui plasenta. Ketika Kondisi ibu terdampak, maka pertumbuhan dan keselamatan janin juga terancam.

“Apa yang dirasakan ibu akan mengalir ke janin melalui plasenta, sehingga plasentanya berdampak dan itu memengaruhi janin,” ucapnya.

Dampak terparah dari DBD pada ibu hamil adalah kematian janin dalam kandungan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting dilakukan sejak awal kehamilan.

“Pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin pada ibu hamil,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....