Pemko Tanjungpinang Hadiri Halal Bihalal LAM Kepri Kota Tanjungpinang

  • 10 Apr 2026 17:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Balairung LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Jumat 10 April 2026. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, M. Nazri, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Nazri menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal menjadi sarana penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Melayu sebagai identitas daerah. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin baik antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan LAM dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang kebudayaan.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang mengapresiasi peran LAM sebagai mitra strategis dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu. Momentum Halal Bihalal ini menjadi penguat kebersamaan antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkokoh persatuan dan nilai-nilai luhur budaya Melayu. Ia juga menambahkan bahwa nilai gotong-royong yang menjadi bagian dari kearifan lokal Melayu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan.

“Halal Bihalal ini adalah momentum untuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah, serta memperkuat komitmen kita dalam menjaga marwah adat dan budaya Melayu di tengah kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau, KH. Zubad Akhadi Muttaqien. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa halal bihalal memiliki makna mendalam sebagai sarana membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antar sesama.

“Halal bihalal menjadi momentum untuk saling memaafkan, menghapus segala khilaf dan salah, serta kembali kepada fitrah sebagai manusia yang suci. Ini penting, terutama dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta hubungan yang harmonis dan penuh keberkahan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai maaf-memaafkan harus terus dijaga, tidak hanya saat Idulfitri, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Acara turut diisi dengan pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan do'a, foto bersama serta ramah tamah antar peserta yang hadir, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.

“Ketika kita mampu saling memaafkan dan menjaga silaturahmi, maka akan terbangun kekuatan sosial yang kokoh. Dari sinilah lahir kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat. Sehingga nilai-nilai budaya Melayu tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....