Kenapa Bunyi Sendi Terasa Lega?

  • 11 Mei 2026 08:53 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Bunyi krek pada sendi sering menimbulkan sensasi lega yang membuat banyak orang sengaja melakukannya berulang kali. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan fisik tubuh, tetapi juga melibatkan respons saraf dan persepsi otak manusia.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan tekanan dalam sendi dapat merangsang reseptor mekanik yang terdapat di sekitar jaringan. Rangsangan ini kemudian dikirim ke otak sebagai sinyal yang diinterpretasikan sebagai pelepasan ketegangan pada tubuh manusia.

Studi dalam jurnal Scientific Reports menjelaskan bahwa bunyi sendi berkaitan dengan fenomena cavitation dalam cairan sinovial. Proses terbentuk dan runtuhnya gelembung gas tersebut menciptakan perubahan cepat yang dirasakan sebagai sensasi berbeda oleh tubuh.

Selain faktor fisik, penelitian psikologi menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan membunyikan sendi dengan rasa puas tertentu. Sensasi lega ini mirip dengan respons tubuh saat mengalami pelepasan tekanan setelah melakukan peregangan otot secara alami.

Beberapa ahli menyebutkan bahwa kebiasaan ini dapat menjadi bentuk self soothing atau cara tubuh menenangkan diri. Aktivitas sederhana seperti membunyikan jari dapat memberikan rasa kontrol terhadap ketegangan yang dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.

Penelitian dalam bidang neurosains menunjukkan bahwa otak dapat mengasosiasikan bunyi tertentu dengan rasa nyaman melalui pengalaman berulang. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian orang merasa ketagihan untuk membunyikan sendi meskipun tidak selalu dibutuhkan secara fisik.

Meski memberikan sensasi lega, para ahli tetap mengingatkan agar kebiasaan ini tidak dilakukan secara berlebihan setiap waktu. Gerakan berulang yang terlalu sering dapat memicu iritasi ringan pada jaringan sekitar sendi jika dilakukan tanpa kontrol.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tubuh dan pikiran manusia saling terhubung dalam merespons rangsangan sederhana sehari-hari. Pemahaman ini diharapkan membantu masyarakat lebih bijak menyikapi kebiasaan kecil yang ternyata melibatkan proses ilmiah kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....