Kenapa Sendi Tak Dapat Bunyi Berulang dalam Waktu Singkat?
- 11 Mei 2026 08:43 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Bunyi krek pada sendi tidak dapat terjadi berulang dalam waktu singkat meskipun sengaja digerakkan kembali oleh seseorang. Fenomena ini telah diteliti ilmuwan dan berkaitan dengan proses fisika dalam cairan sinovial pada struktur sendi manusia.
Penelitian dalam Scientific Reports menjelaskan bunyi sendi berasal dari fenomena cavitation dalam cairan sinovial akibat perubahan tekanan. Saat sendi diregangkan, gelembung gas terbentuk lalu runtuh dengan cepat sehingga menghasilkan suara khas yang sering terdengar.
Studi tersebut menunjukkan bahwa setelah bunyi terjadi, gelembung gas tidak sepenuhnya hilang dari dalam cairan sendi. Sisa gelembung ini membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi awal sebelum bunyi dapat dihasilkan kembali secara optimal.
Penelitian menggunakan pencitraan real time menunjukkan adanya jeda waktu sebelum sendi dapat menghasilkan bunyi berikutnya kembali. Jeda ini dikenal sebagai refractory period dalam konteks biomekanika sendi manusia menurut beberapa kajian ilmiah terbaru.
| Baca juga: Buku sebagai Ruang “Detoks Digital” |
Studi fisiologi dalam Journal of Applied Physiology menjelaskan proses difusi gas dalam cairan membutuhkan waktu untuk stabil kembali. Gas seperti oksigen dan karbon dioksida harus larut kembali sebelum tekanan dalam sendi memungkinkan terbentuknya gelembung baru.
Penelitian tambahan dalam bidang biomekanika menunjukkan perubahan tekanan dalam sendi tidak dapat terjadi secara instan berulang kali. Struktur sendi memerlukan waktu untuk kembali ke kondisi keseimbangan sebelum mampu menghasilkan fenomena cavitation berikutnya kembali.
Para ahli juga menyebut bahwa memaksakan bunyi berulang dapat memberikan tekanan tambahan pada jaringan sekitar sendi manusia. Meskipun tidak selalu berbahaya, kebiasaan ini sebaiknya dilakukan dengan bijak agar tidak memicu iritasi ringan pada jaringan.
Dengan demikian, sendi tidak dapat langsung berbunyi kembali karena memerlukan waktu untuk memulihkan kondisi internalnya terlebih dahulu. Fenomena ini menunjukkan bahwa proses sederhana dalam tubuh manusia melibatkan mekanisme ilmiah kompleks yang bekerja secara teratur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....