Kretek Tubuh, Iseng atau Kecanduan?
- 11 Mei 2026 08:47 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kebiasaan membunyikan sendi atau kretek tubuh sering dianggap sekadar iseng oleh banyak orang dalam aktivitas sehari-hari. Namun, penelitian psikologi menunjukkan kebiasaan ini dapat berkaitan dengan pola perilaku berulang yang memberi rasa nyaman tertentu.
Studi dalam Journal of Behavioral Medicine menjelaskan bahwa perilaku berulang sering muncul sebagai respons terhadap stres ringan harian. Kebiasaan ini dapat menjadi bentuk coping mechanism sederhana yang membantu individu meredakan ketegangan tanpa disadari secara langsung.
Penelitian dalam Scientific Reports menunjukkan bunyi sendi berasal dari fenomena cavitation dalam cairan sinovial akibat perubahan tekanan. Proses ini menciptakan sensasi unik yang dapat memperkuat kebiasaan karena tubuh mengasosiasikannya dengan pelepasan ketegangan fisik.
Studi neurosains dalam Frontiers in Neuroscience menyebut otak dapat mengaitkan sensasi tertentu dengan rasa nyaman melalui pengalaman berulang. Hal ini menyebabkan individu terdorong mengulangi perilaku tersebut karena memberikan efek kepuasan meskipun tidak selalu dibutuhkan tubuh.
Penelitian psikologi perilaku juga menemukan bahwa kebiasaan kecil berulang dapat berkembang menjadi pola yang sulit dihentikan. Meskipun tidak tergolong kecanduan berat, perilaku ini memiliki karakteristik mirip kebiasaan kompulsif dalam tingkat ringan.
Namun, studi klinis dalam Journal of Hand Surgery menunjukkan kebiasaan ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan sendi serius. Selama tidak disertai nyeri atau pembengkakan, aktivitas membunyikan sendi masih dianggap aman dalam batas wajar sehari-hari.
Meski demikian, para ahli menyarankan agar kebiasaan ini tidak dilakukan secara berlebihan dalam jangka waktu panjang. Gerakan berulang yang terlalu sering dapat memicu iritasi ringan pada jaringan sekitar sendi jika dilakukan tanpa kontrol.
Dengan demikian, kebiasaan grepek tubuh tidak sekadar iseng, tetapi juga melibatkan aspek psikologis dan fisiologis manusia. Pemahaman ini diharapkan membantu masyarakat lebih bijak dalam menyikapi kebiasaan kecil yang tampak sederhana namun berdampak luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....