Doomscrolling Picu Stres dan Ganggu Kesehatan Mental Masyarakat

  • 24 Mei 2026 17:44 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang — Kebiasaan terus menerus melihat informasi di media sosial kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat digital. Namun, tanpa disadari, aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi perilaku yang dikenal dengan istilah doomscrolling.

Doomscrolling merupakan kebiasaan menggulir layar ponsel secara berlebihan untuk membaca berita atau informasi bernada negatif secara terus-menerus. Fenomena ini semakin sering terjadi sejak arus informasi digital berkembang sangat cepat.

Mengutip American Psychological Association, doomscrolling berkaitan dengan dorongan seseorang untuk terus mencari informasi yang memicu rasa khawatir atau kecemasan, meskipun konten tersebut dapat memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan mental. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka dapat menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mengikuti berbagai kabar terbaru di media sosial.

Terlebih saat muncul isu besar, bencana, konflik, atau situasi krisis, rasa ingin tahu membuat seseorang terus memantau perkembangan informasi. Kemudahan akses internet dan teknologi digital menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya fenomena ini.

Notifikasi media sosial yang muncul tanpa henti, ditambah algoritma platform digital yang menampilkan konten serupa secara berulang, membuat pengguna semakin sulit berhenti scrolling. Selain itu, munculnya rasa takut tertinggal informasi atau fear of missing out (FOMO) juga membuat banyak orang merasa harus selalu mengetahui berita terbaru, meskipun informasi tersebut belum tentu berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Dari sisi kesehatan, kebiasaan doomscrolling dapat memberikan dampak psikologis yang cukup serius. Paparan berita negatif secara terus-menerus berpotensi memicu stres, kecemasan berlebihan, sulit tidur, hingga kelelahan mental.

World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa banjir informasi saat situasi tertentu dapat meningkatkan tekanan emosional apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan informasi yang sehat. Untuk mengurangi dampak buruk doomscrolling, masyarakat disarankan mulai membatasi waktu penggunaan media sosial, menyaring sumber informasi yang terpercaya, serta memberikan waktu istirahat dari paparan berita digital.

Fenomena ini menjadi gambaran bagaimana perubahan pola konsumsi informasi di era modern membawa dua sisi berbeda. Di satu sisi memudahkan masyarakat memperoleh informasi dengan cepat, namun di sisi lain juga menuntut kemampuan mengelola konsumsi informasi secara bijak agar kesehatan mental tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....