Beramal Tanpa Ilmu, Bolehkah?

  • 02 Feb 2025 08:59 WIB
  •  Tanjung Balai

KBRN, Tanjungbalai: Di era modern ini, informasi dan ilmu pengetahuan sangat mudah diakses. Namun, sayangnya, tidak semua orang memanfaatkan kemudahan ini dengan bijak. Banyak orang lebih suka menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti bermain game online, scroll media sosial tanpa henti, dan sebagainya.

Akibatnya, banyak yang kurang memahami agama, beramal tanpa dasar ilmu yang benar, sehingga ibadah yang dilakukan tidak diterima oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan peringatan dari ulama mazhab Syafi'i dalam kitab Matan Az-Zubad karya Ibnu Ruslan:

"Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalannya tertolak, tidak diterima oleh Allah SWT."

Dua Syarat Agar Amalan Diterima

Setidaknya ada dua syarat agar amalan kita diterima oleh Allah SWT. Pertama, harus sesuai dengan syariat (ilmu). Kedua, ikhlas karena Allah SWT.

Beramal Sesuai dengan Syariat

Sering kali, kita melihat saudara, teman, sahabat, atau bahkan keluarga dekat kita beribadah tanpa didasari ilmu pengetahuan yang cukup. Meskipun niat mereka baik, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun jika ibadah tersebut tidak sesuai dengan syariat, maka amalan itu bisa menjadi sia-sia.

Contohnya, seorang wanita yang sedang dalam keadaan haid namun tetap melaksanakan salat. Padahal, Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadis sahih riwayat Muslim:

"Tidak diterima salat tanpa bersuci dan tidak diterima sedekah dari harta hasil khianat."

Ikhlas Karena Allah SWT

Ikhlas adalah hal yang sering kita lalaikan. Banyak di antara kita beramal karena ingin dipuji, mencari pengakuan, atau sekadar ingin dilihat oleh orang lain, bukan semata-mata karena Allah yang Maha Mengetahui isi hati setiap hamba.

Tanda-Tanda Ikhlas

Dzun-Nun Al-Misri, seorang ulama sufi dari Mesir yang hidup pada abad ke-9 Masehi, pernah berkata:

"Tiga tanda keikhlasan adalah: tidak terpengaruh oleh pujian atau celaan dari manusia, melupakan amal dalam amal, dan mengharapkan balasan amal di akhirat."

Kesimpulan

Kesimpulan dari tema kita pada saat ini adalah: Bahwa Allah tidak menerima amalan seorang hamba jika tidak memenuhi dua syarat: pertama, harus sesuai dengan syariat (ilmu); kedua, ikhlas karena Allah SWT. Mari kita beramal dengan ilmu, jangan malah sebaliknya!

Semoga amal kita diterima oleh Allah SWT, dan semoga Allah jadikan kita serta keturunan kita sebagai orang-orang yang cinta ilmu dan tidak dijadikan sebagai pembenci ilmu. Amin.

Oleh: Muhammad Azlan Lubis, Dai Internasional PBNU, Asal Tanjungbalai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....