Ritus Budaya Menebar Hanyut Lancang sebagai Simbol Pembersihan
- 09 Mei 2025 10:05 WIB
- Tanjung Balai
KBRN, Tanjungbalai: Festival Batalangke di Kota Tanjungbalai terus berlanjut dengan rangkaian kegiatan yang menarik dan sarat makna. Salah satu kegiatan yang baru saja dilaksanakan adalah "Ritual Situs (Ritus) Budaya Menebar Hanyut Lancang" di Muara Sungai Silau dan Sungai Asahan.
Menurut Ketua Rumah Imajinasi Indonesia, Rifki Arnold, ritus budaya menebar hanyut lancang merupakan simbol pembersihan dari hal-hal negatif dan bentuk pertunjukan kebudayaan yang bertujuan melestarikan warisan budaya.
"Ritus budaya menebar hanyut lancang ini memiliki filosofi yang dalam, yaitu sebagai simbol pembersihan atau penyucian dari hal-hal negatif," kata Rifki Arnold saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (8/5/2025).
Kegiatan dilaksanakan dengan menebar lancang kuning ke sungai. Festival Batalangke Kota Tanjungbalai akan berlangsung selama dua bulan. Kegiatan ini diadakan oleh Sanggar Seni Budaya Rumah Imajinasi Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan LPDP melalui Program Dana Indonesiana.
Dengan adanya festival ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya dan warisan budaya Indonesia, khususnya melayu di Kota Tanjungbalai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....