BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Ancam Sulut, Masyarakat Harus Tingkatkan Kewaspadaan

  • 15 Sep 2026 22:58 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada 16 hingga 18 September 2026.

Imbauan tersebut berdasarkan analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan pengaruh El Nino kuat dan aktifnya Monsun Australia. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya uap air di wilayah Sulawesi Utara, disertai peningkatan kecepatan angin secara signifikan.

BMKG juga menyebut adanya area tekanan rendah di Samudra Pasifik dekat Filipina dan di sebelah utara Papua. Sementara itu, wilayah Sulawesi Utara berada pada kondisi tekanan udara tinggi yang berpotensi meningkatkan kecepatan angin permukaan.

Kondisi tersebut dapat memicu angin kencang, wind shear, dan gusty di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

BMKG mengingatkan kondisi cuaca tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan, menyebabkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, gangguan infrastruktur, memperparah kekeringan meteorologis, hingga meningkatkan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

"Masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta pemangku kepentingan penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Koordinasi dengan instansi terkait juga diperlukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem," ujar Dhira Utama Kepala BMKG Meteorologi Samrat Manado, selasa 15 September 2026.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan informasi peringatan dini dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, termasuk informasi yang lebih rinci untuk setiap kelurahan di Sulawesi Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....