BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara hingga 31 Juli

  • 27 Jul 2026 23:31 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sam Ratulangi Manado mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 28 hingga 31 Juli 2026.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, BMKG mengungkapkan adanya dua sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik, masing-masing di sebelah timur Filipina dan sebelah utara Papua. Kondisi tersebut memicu terbentuknya belokan angin dan shearline yang meningkatkan kecepatan angin secara signifikan di wilayah Sulawesi Utara. Dampaknya, berpotensi terjadi angin kencang, wind shear, dan gusty di seluruh wilayah provinsi tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan memperkuat koordinasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan serta memicu kerusakan bangunan, pohon tumbang, dan gangguan pada infrastruktur apabila tidak diantisipasi dengan baik.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis sehingga masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut penting agar masyarakat dapat mengambil tindakan antisipatif apabila terjadi perubahan kondisi cuaca secara cepat.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kesiapsiagaan selama periode potensi cuaca ekstrem berlangsung guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat maupun aktivitas transportasi di Sulawesi Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....