Trigliserida Tinggi Tingkatkan Risiko Penyakit Serius
- 28 Sep 2026 15:02 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud — Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kadar trigliserida pada orang dewasa dikategorikan sehat jika berada di bawah 150 miligram per desiliter (mg/dL). Kadar 150–199 mg/dL termasuk batas tinggi, 200–499 mg/dL tergolong tinggi, sedangkan 500 mg/dL atau lebih termasuk sangat tinggi.
Masalahnya, trigliserida tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak orang baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan darah. Karena itu, pemeriksaan profil lipid penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau gangguan metabolisme.
| Baca juga: Pria juga Berisiko Alami Kanker Payudara |
Kadar trigliserida tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Risikonya dapat semakin besar apabila disertai tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol HDL rendah, atau faktor risiko lainnya.
Pada kadar yang sangat tinggi, terutama 500 mg/dL atau lebih, trigliserida juga dapat meningkatkan risiko pankreatitis akut, yaitu peradangan pada pankreas. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis karena dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius.
MedlinePlus menyebut sejumlah faktor yang dapat menyebabkan trigliserida meningkat, antara lain konsumsi kalori berlebihan, terlalu banyak makanan dan minuman tinggi gula, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan, konsumsi alkohol, diabetes yang tidak terkontrol, gangguan tiroid, penyakit hati atau ginjal, faktor keturunan, serta penggunaan obat tertentu.
| Baca juga: Manfaat Air Rebusan Nanas bagi Kesehatan |
Untuk membantu menjaga kadar trigliserida, pola makan seimbang perlu diterapkan dengan membatasi gula tambahan dan makanan tinggi lemak jenuh. Aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan tetap sehat, serta mengendalikan kondisi seperti diabetes juga dapat membantu.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan trigliserida tinggi, sebaiknya tidak langsung melakukan pengobatan sendiri. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Mengetahui kadar trigliserida sejak dini dapat membantu seseorang mengambil langkah pencegahan sebelum risiko kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....