Dampak Kerja Malam terhadap Kesehatan, Waspadai Risiko Jangka Panjang

  • 13 Jun 2026 22:09 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID,Talaud : Bekerja pada malam hari atau sistem shift malam menjadi kebutuhan di berbagai sektor, seperti kesehatan, transportasi, keamanan, media, dan industri. Namun, pola kerja ini dapat memberikan dampak terhadap kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik.

" Para ahli kesehatan dari Kementrian Kesehatan RI " menjelaskan bahwa kerja malam dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur waktu tidur, metabolisme, serta berbagai fungsi organ. Akibatnya, pekerja shift malam lebih rentan mengalami gangguan tidur, kelelahan, dan penurunan konsentrasi saat beraktivitas.

Selain gangguan tidur, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pekerja shift malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan gangguan metabolisme. Pola makan yang tidak teratur serta kurangnya waktu istirahat menjadi faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut.

Dari sisi kesehatan mental, kerja malam juga dapat meningkatkan risiko stres, depresi, dan gangguan suasana hati. Kurangnya interaksi sosial dengan keluarga maupun lingkungan sekitar sering menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja yang memiliki jadwal kerja berbeda dari kebanyakan orang.

Selain itu, gangguan pencernaan seperti maag, nyeri lambung, dan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan juga lebih sering ditemukan pada pekerja malam akibat perubahan pola makan dan waktu istirahat.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, pekerja shift malam dianjurkan menjaga kualitas tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah-langkah tersebut penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan pola kerja yang tidak biasa dan menjaga produktivitas dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....