Pembakaran Sampah Tingkatkan Risiko Penyakit
- 07 Jul 2026 12:43 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Membakar sampah masih menjadi kebiasaan yang dilakukan sebagian masyarakat untuk mengurangi tumpukan limbah rumah tangga. Namun praktik tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius dibandingkan pembakaran kayu.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampah rumah tangga terdiri dari berbagai jenis material seperti plastik, logam, kertas, karton, styrofoam, sisa makanan, hingga bahan kimia rumah tangga. Saat dibakar secara terbuka berbagai bahan tersebut melepaskan polutan yang mencemari udara.
Asap hasil pembakaran kayu diketahui mengandung partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, senyawa organik volatil (VOC), dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Paparan zat-zat tersebut dapat memperburuk asma serta meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.
Risiko menjadi lebih besar ketika sampah dibakar karena material yang terbakar sangat beragam. Selain menghasilkan partikel halus proses tersebut juga dapat melepaskan gas beracun, logam berat, serta residu kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
WHO menjelaskan bahwa pembakaran terbuka yang tidak berlangsung pada suhu tinggi dan stabil berpotensi menghasilkan dioksin dan furan. Kedua senyawa tersebut dikenal sebagai zat beracun yang dapat bertahan lama di lingkungan dan masuk ke rantai makanan.
Keberadaan plastik dalam sampah rumah tangga turut memperburuk kondisi. Kemasan plastik, botol, styrofoam, sedotan, hingga tekstil sintetis dapat menghasilkan emisi yang lebih beracun saat terbakar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pembakaran sampah campuran mengandung plastik dapat mencemari udara, tanah, dan sumber air.
Paparan asap pembakaran sampah dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti mata perih, batuk, tenggorokan gatal, sesak napas, sakit kepala, hingga mual. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan merupakan kelompok yang paling rentan terdampak.
Dampaknya tidak berhenti setelah api padam. Abu sisa pembakaran masih dapat mengandung partikel berbahaya dan bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan apabila terbawa angin atau air hujan.
Karena itu membakar sampah bukanlah solusi pengelolaan limbah yang aman. Cara tersebut justru memindahkan masalah ke udara dan lingkungan sekitar yang berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....