Risiko Penularan Hantavirus Rendah, Masyarakat Diminta Tidak Panik
- 08 Mei 2026 19:26 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID,Talaud - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan risiko penularan hantavirus di Indonesia masih tergolong rendah sehingga masyarakat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya perhatian publik terhadap kasus hantavirus yang dikaitkan dengan paparan tikus dan lingkungan yang terkontaminasi.
| Baca juga: Pembakaran Sampah Tingkatkan Risiko Penyakit |
IDAI menjelaskan hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, melalui urine, air liur, atau kotoran yang terhirup manusia. Meski demikian, penularan antarmanusia dilaporkan sangat jarang terjadi.
Organisasi profesi tersebut menilai langkah pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, terutama pada area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Masyarakat juga diimbau menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, atau tempat tertutup yang lama tidak digunakan.
Selain itu, IDAI meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan setelah terpapar lingkungan yang diduga tercemar.
IDAI menegaskan edukasi dan kewaspadaan tetap penting dilakukan agar masyarakat memahami cara pencegahan tanpa menimbulkan kepanikan.(https://kemkes.go.id/id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....