Api Kembali Membara, 19 Ha Lahan Perkebunan di Damau Terbakar

  • 04 Okt 2026 08:42 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud — Angin kencang yang menerjang wilayah Kecamatan Damau memicu kembali kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kendati sempat dipadamkan, titik api dilaporkan kembali menyala dan meluas ke sejumlah desa sejak akhir September hingga Sabtu 3 Oktober 2026.

Rangkaian peristiwa karhutla ini pertama kali terdeteksi di Desa Birang pada 4 September 2026. Upaya bersama dari unsur Pemerintah Kecamatan Damau, Polsek Kabaruan, Danramil Kabaruan, Danposad Pamputer, pemerintah desa, serta warga setempat sempat membuahkan hasil dengan memadamkan api dalam kurun tiga hari.

Namun, bara api kembali bergejolak akibat hembusan angin kencang pada 23 September. Sebaran api kemudian merambat ke Desa Ighik pada 30 September sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. Pada hari yang sama, titik api juga terdeteksi di Desa Akas. Meski tim gabungan sempat menjinakkan api pada Jumat 2 oktober kemarin. Kobaran api kembali membakar area Desa Akas pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WITA dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Dampak kebakaran mencakup wilayah perkebunan warga di beberapa titik:

Desa Akas: Area terdampak di perkebunan Boa dan sekitarnya diperkirakan mencapai 17 hektar.

Desa Ighik: Lahan terbakar tercatat kurang lebih 2 hektar.

Desa Birang: Perambatan api telah mencapai kawasan Gunung Padian, dengan total luas area terdampak yang masih dalam tahap pendataan.

Camat Damau, Lydia S. Tumalang, S.Sos., mengonfirmasi bahwa seluruh unsur jajaran kecamatan, aparat TNI-Polri, pemerintah desa, hingga masyarakat produktif terus dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dengan peralatan yang tersedia.

Sebagai langkah antisipasi, para kepala desa diimbau untuk menyiagakan warga melalui pengeras suara guna mencegah sebaran api yang kian berisiko akibat cuaca kering dan angin kencang di wilayah Damau. Pihak kecamatan saat ini terus memantau situasi di lapangan sembari menunggu arahan teknis lebih lanjut dari pimpinan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....