Ruanganna Identitas Rumpun Adat Melonguane

  • 30 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Ruanganna menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat di Kota Melonguane kepulauan Talaud karena mencerminkan ikatan keluarga yang berasal dari satu leluhur dan diwariskan secara turun-temurun.

Tokoh adat Melonguane, Godfried Timpua, menjelaskan bahwa istilah ruanganna berasal dari kata “ruang”, yang dalam konteks pohon merupakan bakal buah hingga berkembang menjadi buah. Makna tersebut kemudian dianalogikan sebagai kelompok masyarakat yang berasal dari satu rumpun atau leluhur yang sama.

“Ruanganna itu adalah sebuah kelompok orang atau komunitas yang berasal dari satu pohon, satu rumpun. Dari rumpun yang sama keluar buah yang sama kemudian berkembang turun-temurun sampai hari ini,” ujarnya, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, pembentukan ruanganna bertujuan membina kehidupan masyarakat agar aman, tertib, serta memiliki etika dan moral. Dalam setiap rumpun terdapat sosok yang dituakan untuk membimbing anggota keluarga, yang dalam penyebutan adat Melonguane disebut Ratu Ruanganna.

Godfried menyebut, pada awal perkembangannya Melonguane memiliki enam ruanganna yang telah terbentuk sejak sekitar tahun 1800-an, bahkan memiliki akar sejarah yang lebih tua. Keenamnya berasal dari nama leluhur yakni Timpua, Mansah, Maengga, Esing, Saweduling, dan Masarahe.

“Ruanganna ini diambil dari nama leluhur. Karena ruanganna merupakan keturunan dari satu leluhur yang sama, maka harus disebut berdasarkan nama leluhur dari mana marga-marga tersebut berasal,” ucapnya.

Dalam perkembangannya pada awal 1970-an, keluarga dari Kepulauan Nanusa khususnya Kakorotan, Marampit dan wilayah sekitarnya, berpindah ke Melonguane. Untuk menyatukan mereka dalam kehidupan sosial dan adat setempat dibentuk ruanganna baru berdasarkan leluhur mereka yaitu Rutulangi.

Dengan masuknya rumpun Rutulangi, jumlah ruanganna di Melonguane bertambah dari enam menjadi tujuh. Keberadaan tujuh ruanganna tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan hubungan kekerabatan, nilai adat, serta identitas leluhur agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....