Charles Somba: Kawasaran Simbol Perlindungan dan Identitas Budaya Minahasa
- 10 Mei 2026 18:53 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Pemimpin Kawasaran Kumeted Tonsea, Charles Somba, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi kawasaran sebagai identitas budaya masyarakat Minahasa dalam dialog “Magota Bacerita” di Pro 4 RRI Manado, Kamis 7 Mei 2026.
Charles menjelaskan kawasaran tidak hanya dipahami sebagai tarian perang tetapi juga simbol perlindungan, keteladanan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan masyarakat Minahasa.
Menurutnya, kawasaran terbagi dalam dua bentuk yakni berbasis seni pertunjukan dan ritual adat. Penampilannya dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu maupun acara budaya, tetap harus menyesuaikan nilai tradisi yang diwariskan leluhur.
“Kawasaran adalah simbol bagaimana masyarakat menjaga kampung, melindungi sesama, dan mempertahankan identitas budaya,” ujar Charles.
Ia mengatakan, tradisi tersebut telah ada sejak lama bahkan sebelum abad ke-18. Namun dalam perkembangannya, kawasaran sempat mengalami penolakan karena dianggap bertentangan dengan kepercayaan tertentu.
Karena itu, komunitas kawasaran terus berupaya mempertahankan eksistensinya melalui pembinaan generasi muda dan kegiatan budaya.
Charles juga menjelaskan filosofi perlengkapan kawasaran seperti peda atau pedang yang melambangkan perlindungan diri dan pembuka jalan, serta karai atau perisai sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan hidup.
Selain laki-laki, perempuan Minahasa juga memiliki peran dalam kawasaran. Bahkan sejumlah kelompok perempuan dibentuk untuk ikut melestarikan tradisi tersebut.
Menurut Charles, dukungan pemerintah terhadap pelestarian kawasaran perlu diperkuat terutama melalui pendidikan dan kegiatan budaya di sekolah.
Ia berharap kawasaran dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya daerah tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....