Sejarah Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik

  • 21 Jun 2026 22:16 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Dunia memperingati Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik (International Women in Engineering Day) setiap 23 Juni. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi perempuan di dunia teknik sekaligus mendorong kesetaraan, keberagaman, dan inklusi di sektor yang selama ini didominasi laki-laki.

Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran penting perempuan dalam menciptakan berbagai inovasi yang mendukung perkembangan teknologi, infrastruktur, dan industri di berbagai negara.

Meski saat ini keterlibatan perempuan di bidang teknik semakin meningkat, perjalanan mereka untuk memperoleh pengakuan tidaklah mudah. Selama berabad-abad, perempuan telah berkontribusi dalam perancangan berbagai struktur dan teknologi, bahkan sebelum istilah "insinyur" dikenal luas. Namun, akses perempuan terhadap pendidikan dan profesi teknik pada masa lalu sangat terbatas.

National Today mencatat bahwa pada abad ke-19 sebagian besar lembaga pendidikan tinggi masih menutup pintu bagi perempuan. Jika pun diterima, mereka umumnya diarahkan ke bidang yang dianggap sesuai dengan peran tradisional perempuan. Kendati demikian, berbagai keterbatasan tersebut tidak menghentikan perempuan untuk berkarya dan menunjukkan kemampuannya di dunia teknik.

Salah satu tokoh yang tercatat dalam sejarah adalah Elizabeth Bragg. Pada tahun 1876, ia menjadi perempuan pertama yang meraih gelar sarjana teknik sipil dari Universitas California, Berkeley. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting yang membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk menempuh pendidikan teknik di berbagai belahan dunia.

Kontribusi perempuan terhadap perkembangan teknologi juga tercermin dari sosok Ada Lovelace. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor pemrograman komputer setelah bekerja sama dengan Charles Babbage dalam pengembangan konsep program komputer pertama di dunia.

Perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan perempuan di bidang teknik mulai berkembang pada masa Perang Dunia II. Saat itu, kebutuhan tenaga kerja teknis meningkat sehingga berbagai program pelatihan dibuka untuk memperluas partisipasi perempuan dalam sektor teknik dan teknologi.

Meski demikian, hingga saat ini bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) masih menghadapi tantangan kesenjangan gender. Perempuan di berbagai negara masih berupaya meningkatkan representasi mereka dalam dunia pendidikan maupun profesi teknik.

Sejarah juga mencatat sejumlah pencapaian penting perempuan di bidang ini. Pada tahun 1894, Rita de Morais Sarmento menjadi perempuan pertama di Eropa yang memperoleh gelar teknik sipil. Pada tahun 1919, sejumlah organisasi pendukung perempuan di bidang teknik mulai bermunculan untuk memperjuangkan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan dalam profesi tersebut.

Peringatan Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik sendiri pertama kali diperkenalkan di Britania Raya pada tahun 2014. Sejak saat itu, peringatan tersebut berkembang menjadi kampanye global yang melibatkan berbagai organisasi, institusi pendidikan, dan perusahaan untuk mendukung partisipasi perempuan dalam dunia teknik.

Peringatan Hari Perempuan Internasional di Bidang Teknik menjadi pengingat bahwa inovasi dan kemajuan teknologi dapat lahir dari siapa saja, tanpa memandang gender. Dengan semakin terbukanya akses pendidikan dan kesempatan berkarier, perempuan diharapkan terus berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi berbagai tantangan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....