Renungan Kristen: Menghidupi Ketaatan di tengah Dunia yang Rusak
- 19 Apr 2026 11:00 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, TALAUD — Ibadah Minggu III di GP Solafide Kiama, Minggu 19 April 2026 pagi, berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita. Lazarus Takainginan sebagai Khadim pada ibadah tersebut, menyampaikan firman Tuhan releksi tentang kebaikan ciptaan Allah dan ketaatan manusia.
Pembacaan Alkitab diambil dari Kejadian 1:1–31 dan Kejadian 6:11–22. Dalam khotbahnya, disampaikan bahwa sejak awal penciptaan, segala sesuatu yang diciptakan Allah adalah baik adanya. Namun, memasuki Kejadian pasal 6, kondisi bumi berubah drastis menjadi rusak akibat kejahatan manusia.
Takainginan menegaskan bahwa jika dipahami dengan logika manusia, perubahan dari “sangat baik” menjadi “rusak” dalam waktu yang relatif singkat terasa sulit diterima. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya manusia dapat menyimpang dari kehendak Allah.
Di tengah kondisi dunia yang rusak saat itu, sosok Nuh menjadi contoh nyata kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan. Nuh digambarkan sebagai pribadi yang bergaul dengan Allah dan hidup dalam ketaatan penuh. Ia menjalankan setiap perintah Tuhan dengan tepat, tanpa menyimpang.
Pesan ini kemudian ditekankan bagi jemaat masa kini, bahwa sebagai orang percaya, setiap orang dipanggil untuk tetap setia mengerjakan apa yang diperintahkan Allah, meskipun berada di tengah dunia yang penuh tantangan.
Ibadah ini juga mengingatkan jemaat akan kasih dan anugerah Allah yang luar biasa. Hingga saat ini, setiap orang masih dipelihara oleh Tuhan bukan karena kekuatan sendiri, melainkan semata-mata karena kasih karunia-Nya.
Ibadah ditutup dengan doa dan penguatan iman, membawa jemaat untuk semakin menyadari pentingnya hidup dalam ketaatan dan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....