Mutiara Pagi Kristen : Umat Tuhan Dipanggil Mengampuni tanpa Batas
- 14 Sep 2026 11:20 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Umat Kristiani diingatkan untuk tidak membatasi pengampunan berdasarkan perhitungan manusia, tetapi belajar mengampuni sesama sebagai wujud nyata dari kasih Tuhan.
Hal tersebut disampaikan Pdt. Yustince T. Dirangga, S.PAK., M.Teol., dalam Mutiara Pagi Kristen Pro 1 RRI Talaud, Senin 14 September 2026. Renungan ini berdasarkan Kitab Injil Matius 18:21-35 tentang pengampunan.
Pdt. Dirangga menjelaskan, ketika Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus berapa kali harus mengampuni saudaranya yang berbuat dosa, Yesus menjawab bukan sampai tujuh kali, melainkan “tujuh puluh kali tujuh kali”.
Menurutnya, angka tersebut bukan untuk menjadi batas matematis pengampunan. Sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa pengampunan tidak dibatasi oleh perhitungan manusia.
“70 kali 7 hasilnya adalah 490, tetapi kemudian disuruh kali lagi, namun tidak disebutkan dikalikan dengan angka berapa. Ini menjelaskan bahwa pengampunan tidak dibatasi oleh perhitungan manusia,” jelasnya.
Ia mengatakan, perumpamaan tersebut juga mengingatkan manusia mengenai kehidupannya di hadapan Allah. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan membutuhkan kasih karunia serta pengampunan Tuhan.
Karena itu, umat yang telah menerima pengampunan dari Tuhan juga dipanggil untuk bersedia mengampuni orang lain.
“Kita mengampuni karena kita menerima pengampunan dari Tuhan,” ujarnya.
Pdt. Dirangga mengakui, dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali lebih mudah mengharapkan orang lain memahami kesalahannya, namun sulit memberikan pengampunan ketika dirinya disakiti.
Untuk itu, umat diajak membuka hati dan melepaskan luka agar hubungan dengan sesama dapat dipulihkan serta kehidupan bersama dipenuhi kasih dan kedamaian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....