Perbaikan Akses Jalan Solusi Pemulihan Pariwisata Gayo

  • 26 Mei 2026 08:31 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon - Pelaku pariwisata di Aceh Tengah berharap pemerintah segera mempercepat perbaikan akses jalan menuju wilayah tengah Aceh guna memulihkan sektor wisata yang terdampak pasca bencana hidrometeorologi. Ketua Koperasi Arung Jeram Lukup Badak Takengon, Khalisuddin, menilai kondisi jalan saat ini menjadi hambatan terbesar bagi wisatawan untuk datang ke Tanah Gayo, meskipun objek wisata di daerah tersebut masih aman dan tetap indah untuk dikunjungi.

“Banyak wisatawan menelepon menanyakan kondisi Takengon. Setelah kami jelaskan tempat wisatanya aman, mereka bertanya lagi bagaimana kondisi jalannya. Nah, di situ yang sulit kami jelaskan,” ujarnya.

Dia mengatakan pemberitaan dan video kerusakan jalan yang viral di media sosial membuat calon wisatawan ragu datang ke Aceh Tengah. Padahal menurutnya, gangguan perjalanan hanya menyebabkan tambahan waktu tempuh sekitar 30 menit hingga satu jam.

“Yang viral itu membuat orang takut. Seolah-olah perjalanan sangat berbahaya, padahal tidak seseram yang dibayangkan,” katanya.

Menurut Khalisuddin, akses jalan bukan hanya penting bagi sektor wisata, tetapi juga menjadi urat nadi distribusi hasil bumi masyarakat seperti kopi, sayur-mayur, dan kebutuhan pokok lainnya. Lambatnya penanganan infrastruktur disebut ikut memicu naiknya harga barang dan menurunnya pendapatan masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat dapat menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas utama karena menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat luas.

“Ini bukan hanya soal wisata. Jalan menentukan ekonomi masyarakat. Kalau akses bagus, wisata hidup, hasil bumi lancar keluar, barang juga mudah masuk,” ujarnya.

Selain perbaikan jalan, ia juga berharap adanya pembenahan fasilitas umum dan infrastruktur pendukung pariwisata seperti area parkir, kebersihan masjid, kenyamanan kawasan wisata, serta penataan kota agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.

Di sisi lain, Khalisuddin mengajak masyarakat untuk ikut membangkitkan kembali pariwisata lokal dengan mendukung destinasi wisata di daerah sendiri. Ia juga meminta media dan masyarakat lebih bijak dalam menyebarkan informasi terkait kondisi Aceh Tengah agar tidak memperburuk citra daerah.

“Gayo tetap indah. Bencana harus jadi titik balik untuk bangkit dan membangun pariwisata yang lebih baik ke depan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....