Wisata Arung Jeram Gayo Lesu Pasca Bencana, Kunjungan Turun Drastis

  • 26 Mei 2026 08:15 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon - Wisata arung jeram di Aceh Tengah mengalami penurunan drastis dalam enam bulan terakhir pasca bencana hidrometeorologi yang berdampak pada akses jalan menuju wilayah tengah Aceh. Kondisi tersebut membuat jumlah wisatawan menurun tajam hingga hampir menyentuh nol kunjungan, terutama wisatawan luar daerah.

Ketua Koperasi Arung Jeram Lukup Badak Takengon, Khalisuddin, mengatakan kondisi saat ini menjadi ujian terberat kedua bagi pelaku wisata setelah pandemi COVID-19. Jika saat pandemi wisata arung jeram masih mampu bertahan karena aktivitas dilakukan di alam terbuka, maka kondisi saat ini jauh lebih berat akibat rusaknya akses jalan dan kekhawatiran wisatawan terhadap keselamatan perjalanan.

“Sudah enam bulan kondisi wisata sangat terpukul. Wisatawan luar daerah hampir tidak ada. Yang datang hanya wisatawan lokal dan jumlahnya sangat sedikit,” ujarnya dalam dialog pariwisata Pro 1 RRI Takengon, Minggu 24Mei 2026.

Menurutnya, sebelum bencana, wisata arung jeram di Aceh Tengah mampu melayani hingga 100 sampai 150 trip perahu setiap akhir pekan. Dalam satu minggu, jumlah kunjungan bisa mencapai sekitar 1.600 orang hanya di satu operator wisata saja.

Namun kini, jumlah kunjungan turun drastis. Dalam sehari, jumlah trip bahkan tidak mencapai 10 perahu. Kondisi tersebut berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor wisata.

“Sekarang untuk hari Minggu saja di bawah 10 perahu. Tidak sampai 10 persen dibanding kondisi normal,” katanya.

Akibat menurunnya kunjungan, sebanyak 144 pekerja di koperasi arung jeram yang dikelolanya terpaksa dirumahkan. Tidak hanya pekerja wisata, dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lain seperti penginapan, restoran, pedagang makanan, hingga petani dan pelaku UMKM.

Khalisuddin menyebut wisata merupakan salah satu sumber ekonomi terbesar masyarakat Aceh Tengah setelah kopi. Karena itu, lesunya pariwisata ikut mempengaruhi perputaran ekonomi daerah secara keseluruhan.

Meski demikian, ia memastikan destinasi wisata arung jeram dan sejumlah objek wisata lain di Aceh Tengah sebenarnya masih aman dikunjungi. Sungai untuk aktivitas rafting disebut tidak terdampak bencana dan fasilitas wisata tetap beroperasi normal.

“Destinasinya aman, sungainya aman, penginapan dan restoran juga masih bisa melayani wisatawan. Masalah utamanya tetap akses jalan,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat dan pemerintah bersama-sama membantu memulihkan citra pariwisata Gayo agar wisatawan kembali percaya untuk berkunjung ke Aceh Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....