Pacu Kude Tradisi Unik di Dataran Tinggi Gayo
- 27 Des 2024 17:06 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Tradisi pacuan kuda merupakan tradisional khas Gayo, pacu kude dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Tradisi yang diselenggarakan dua kali setahun ini, yaitu pada bulan Februari untuk memperingati HUT Kota Takengon dan bulan September untuk memperingati HUT RI, selalu menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Pacu Kude bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Gayo. Tradisi ini memiliki sejarah panjang, diperkirakan dimulai sekitar tahun 1850. Awalnya, Pacu Kude diselenggarakan setelah panen padi, sebagai bentuk perayaan dan hiburan bagi masyarakat.
Pacu Kude di Gayo memiliki ciri khas yang membedakannya dari pacuan kuda tradisional lainnya. Salah satu ciri khasnya adalah joki cilik, yang umumnya masih duduk di bangku SMP. Joki Pacu Kude juga tidak menggunakan pelana saat menunggang kuda. Kuda yang digunakan dalam Pacu Kude adalah kuda Gayo, yang merupakan hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda Gayo lokal.
Tradisi ini telah menjadi agenda pariwisata rutin di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pacu Kude menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan Pacu Kude tetap menjadi tradisi yang dibanggakan oleh masyarakat Gayo. Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari budaya Gayo untuk generasi mendatang. //(Lia Maharani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....