Libatkan Anak Belanja di Supermarket, Ini Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang
- 24 Jul 2026 21:08 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Mengajak anak berbelanja ke supermarket sering kali dianggap merepotkan dan membuat waktu belanja menjadi lebih lama. Padahal, aktivitas sederhana ini dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu perkembangan anak.
Melansir dari Parents, Rebecca Hansen, Senior Director of Communications di Center on the Developing Child, Harvard University, mengatakan supermarket merupakan salah satu tempat yang kaya akan pengalaman belajar bagi anak. Melalui aktivitas sehari-hari ini, orang tua dapat membantu membangun kemampuan sosial, bahasa, berpikir, hingga kemandirian anak sejak usia dini.
Melatih kemampuan bersosialisasi
Salah satu manfaat utama adalah melatih kemampuan bersosialisasi melalui interaksi timbal balik atau serve and return. Interaksi serve and return adalah komunikasi timbal balik antara bayi atau anak kecil dengan orang dewasa yang merawatnya.
Misalnya ketika bayi menunjuk suatu makanan, orang tua dapat merespons dengan menyebut nama makanan tersebut, memberikannya untuk disentuh, atau mengajak berbicara. Interaksi sederhana seperti ini terbukti berperan penting dalam pembentukan perkembangan otak anak.
"Bayangkan interaksi ini seperti permainan tenis yang berlangsung secara bergantian," ujar Hansen.
Meningkatkan kemampuan berbahasa
Selain itu, kegiatan berbelanja juga membantu meningkatkan kemampuan berbahasa. Menurut Hansen, bentuk percakapan dapat disesuaikan dengan usia anak. Pada bayi, orang tua cukup membalas ocehan atau gumaman mereka selama berbelanja.
Orang tua dapat mengajak anak mengenali nama buah dan sayuran, warna, bentuk, hingga mengajukan pertanyaan sederhana seperti apakah apel terasa manis atau asam. Untuk anak yang lebih besar, percakapan dapat dikembangkan menjadi diskusi mengenai bahan makanan, menu sehat, hingga perencanaan makan keluarga.
Mengenalkan konsep matematika
Belanja bersama juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia sekolah dapat diajak menghitung total harga belanjaan, membandingkan harga produk, atau memperkirakan jumlah uang yang dibutuhkan sebelum menuju kasir.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan berhitung, tetapi juga mengenalkan pengelolaan uang dan perencanaan anggaran yang akan berguna ketika mereka dewasa. Selain itu, anak juga akan merasa lebih terlibat dalam proses menyiapkan makanan keluarga. Aktivitas ini membantu mereka memahami penerapan pelajaran matematika di dunia nyata.
Menciptakan kemandirian rasa tanggung jawab
Tak hanya itu, melibatkan anak dalam proses belanja dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian. Memberikan "misi belanja" kepada anak-anak dengan membagi daftar belanja sesuai kemampuan masing-masing. Cara ini membuat anak lebih percaya diri sekaligus membantu orang tua menyelesaikan belanja dengan lebih efisien.
Cara ini membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian anak, sekaligus membuat proses belanja menjadi lebih efisien bagi orang tua.
Agar pengalaman berbelanja tetap menyenangkan, orang tua disarankan memastikan anak sudah makan, cukup istirahat, dan ke kamar kecil sebelum berangkat. Memberikan daftar belanja sederhana yang bisa dicoret satu per satu juga dapat membantu anak memahami tahapan kegiatan.
Jika tersedia mesin kasir mandiri (self-checkout), orang tua juga dapat mengajak anak memindai barang belanjaan. Suara "bip" saat memindai barang sering kali menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus melatih koordinasi dan konsentrasi anak.
Hansen juga menyarankan menggunakan metode "hitung mundur" selama berbelanja. Misalnya dengan memberi tahu anak bahwa hanya tersisa lima barang lagi yang harus dibeli, kemudian empat, tiga, hingga selesai. Cara ini membantu anak memahami kapan aktivitas akan berakhir sehingga mereka lebih sabar mengikuti proses belanja.
Menurut Hansen, kegiatan sehari-hari seperti berbelanja tidak memerlukan biaya tambahan atau peralatan khusus, tetapi dapat menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk mendukung perkembangan kemampuan sosial, bahasa, berhitung, serta membangun kepercayaan diri anak melalui pengalaman nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....