Makna Isra Mi’raj dalam Ujian Bencana

  • 16 Jan 2026 14:15 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Proses Belajar Mengajar (PBM) di MIN 19 Aceh Tengah dan MTsN 6 Aceh Tengah kembali berjalan normal setelah sebelumnya kedua madrasah tersebut difungsikan sebagai posko pengungsian warga terdampak bencana.

Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan bahwa ujian bukanlah tanda kelemahan, melainkan jalan menuju penguatan iman. Dari perjalanan spiritual tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah salat sebagai kewajiban utama umat Islam. Salat menjadi penghubung langsung antara hamba dan Tuhannya, sekaligus sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Baca: IsraMi'raj: Gubernur Ajak Warga Jaga Lingkungan Tingkatkan Solidaritas

Makna hijrah dalam konteks Isra Mi’raj tidak selalu dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sikap dan cara pandang. Hijrah dari rasa putus asa menuju harapan, dari ketakutan menuju tawakal, serta dari keegoisan menuju kepedulian sosial. Nilai hijrah inilah yang menjadi relevan ketika masyarakat dihadapkan pada bencana alam yang datang tanpa diduga.

Bencana bukan hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Kehilangan, ketidakpastian, dan rasa cemas sering kali menyertai situasi pascabencana. Dalam kondisi seperti ini, semangat hijrah mengajarkan untuk tidak larut dalam kesedihan, melainkan bangkit dengan kesabaran dan keyakinan bahwa setiap ujian memiliki hikmah.

Baca juga: Isra Mi’raj dan Jalan Pemulihan Aceh dari Bencana

Isra Mi’raj juga menegaskan pentingnya salat sebagai penguat jiwa. Di tengah situasi bencana, salat dan doa menjadi ruang pengaduan dan pengharapan. Dari sanalah lahir ketenangan, optimisme, serta kekuatan untuk saling menguatkan dan membantu sesama.

Momentum Isra Mi’raj seharusnya mendorong hijrah sosial di tengah masyarakat. Hijrah menuju empati, gotong royong, dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah. Kepedulian dan kebersamaan adalah wujud nyata dari nilai keimanan yang hidup dan membumi.

Baca: Isra Mi’raj dan Spirit Menjaga Sholat Fondasi Moral-Ekologis

Pada akhirnya, makna Isra Mi’raj di tengah bencana adalah ajakan untuk memperkuat iman dan memperbaiki diri. Dengan semangat hijrah, masyarakat diharapkan mampu menjadikan setiap ujian sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus membangun kekuatan kolektif untuk bangkit bersama menghadapi masa depan. (AY)

Rekomendasi Berita