Bur Mulo Forest Park, Harapan Ekowisata Edukatif
- 05 Mei 2025 15:40 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon; Bur Mulo Forest Park di Kampung Hakim Bale Bujang, Aceh Tengah, tak sekadar hamparan hutan yang indah. Ia adalah ruang belajar terbuka yang menyatukan konservasi, edukasi, dan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan Bird Education yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Aceh Birder dan Sekolah Alam Aceh Tengah, dengan pendampingan dari tim Aceh Birdwatching Adventure, menjadi contoh konkret bagaimana ekowisata bisa dikembangkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pelestarian alam.
Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar mengenali jenis-jenis burung yang hidup di kawasan Bur Mulo, tapi juga memahami peran penting setiap elemen dalam ekosistem. Pendekatan pembelajaran langsung di alam membuat anak-anak tidak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar merasakan interaksi nyata dengan lingkungan hidup. Ini adalah investasi jangka panjang: menanamkan cinta terhadap alam sejak usia dini.
Pengembangan ekowisata semacam ini tidak hanya menawarkan pengalaman rekreatif, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif. Pengenalan terhadap satwa liar sejak dini penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dari sinilah benih kecintaan terhadap alam bisa tumbuh secara alami.
Bur Mulo Forest Park yang dikelola masyarakat lokal menjadi habitat alami bagi berbagai spesies burung dan satwa liar lainnya. Keasrian bentang alamnya menjadikannya lokasi potensial untuk pengembangan ekowisata edukatif di Aceh. Pengelolaan berbasis komunitas juga memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan.
Refleksi dari kegiatan ini jelas: pengembangan ekowisata tidak hanya soal menarik wisatawan, tapi juga menciptakan ruang belajar yang hidup. Bur Mulo Forest Park adalah bukti bahwa konservasi dan edukasi bisa berjalan seiring. Untuk itu, dukungan semua pihak, pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan sangat dibutuhkan agar kawasan ini dapat terus tumbuh sebagai pusat ekowisata edukatif yang membanggakan Aceh Tengah.
Namun potensi sebesar ini akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang berpihak pada pengembangan ekowisata berbasis pendidikan dan konservasi. Bur Mulo membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, pelatihan sumber daya manusia lokal, serta regulasi yang melindungi kawasan dari eksploitasi yang merusak. Kawasan ini bukan hanya sebagai objek wisata, melainkan sebagai laboratorium alam yang bernilai strategis untuk pendidikan lingkungan hidup jangka panjang.
Lebih jauh, penting untuk membangun narasi baru bahwa wisata alam bukan sekadar pelarian dari hiruk-pikuk kota, tetapi ruang untuk membangun kesadaran ekologis. Kegiatan seperti pengamatan burung, penjelajahan hutan, atau studi flora-fauna bisa menjadi media yang kuat untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, cerdas lingkungan, dan peduli pada bumi. Jika semangat ini dijaga, Bur Mulo Forest Park tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga simbol transformasi ekowisata nasional yang berbasis edukasi dan keberlanjutan.
Penulis : Ilma Ruhmi (Duta Pariwisata Aceh)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....