Karang Ampar-Bergang Punya Potensi Ekowisata dan Agrowisata

  • 30 Apr 2025 08:08 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Karang Ampar dan Bergang merupakan dua dari 25 desa yang ada di kecamatan Ketol, kabupaten Aceh Tengah. Daerah ini berbatasan langsung dengan kabupaten Bener Meriah dan kabupaten Bireuen serta termasuk daerah yang terletak di pesisir hutan tempat habitat Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Akses menuju dua desa ini masih terbilang sulit dilalui, dari Masjid Babunnashihin Timang Gajah yang menjadi satu-satunya akses masih harus melewati kurang lebih 14 KM atau 30 menit perjalanan. Akses jalan yang belum sepenuhnya diaspal dan hanya berlantaikan tanah dan bebatuan menjadikan daerah ini butuh perhatian pemerintah daerah dalam memperbaiki aksesibilitas.

Karang Ampar merupakan habitat asli gajah sumatera, masyarakat disini kerap berkonflik dengan gajah liar hampir belasan tahun. Gajah liar ini terkadang memasuki wilayah pertanian milik warga dan tidak jarang merambah hasil bumi masyarakat setempat. Meski begitu, gajah sumatera juga tentu memiliki jalur lintasan yang diturunkan dari nenek moyangnya terdahulu.

Berbagai upaya penyelesaian konflik telah dilakukan, salah satunya adalah pembentukan Tim Pengamanan Flora dan Fauna (TPFF) yang didukung oleh WWF (World Wide Fund for Nature) atau Dana Dunia untuk Alam yang merupakan organisasi lingkungan internasional yang berfokus pada konservasi alam liar dan pengurangan dampak manusia terhadap lingkungan.

Kita menginginkan keberadaan satwa dilindungi seperti Gajah Sumatera ini tidak lagi menjadi musuh bagi masyarakat, tapi dapat hidup berdampingan dan memanfaatkan keberadaannya sebagai daya tarik wisatawan serta para pecinta alam dan konservasi lingkungan.

Di samping itu, ternyata desa Karang Ampar ini juga memiliki potensi dalam hal ekowisata dan agrowisata. Melalui kegiatan Flying Elephant Camp (FEC) yang penulis ikuti bersama beberapa pemuda/i terpilih dari Kota Banda Aceh, diketahui kemudian terdapat beberapa daya tarik yang dimiliki desa Karang Ampar.

Dimulai dari kekayaan Flora dan Fauna; yaitu hasil bumi yang melimpah seperti kopi Gayo, pinang, jeruk, nanas, alpukat, cabai, dan lain sebagainya. Kemudian juga satwa-satwa menarik seperti gajah sumatera, burung rangkong, rusa, dan berbagai hewan-hewan lainnya.

Di samping kekayaan Flora dan Fauna, kekayaan alam lain seperti landscape pemandangan yang begitu indah, air terjun, aliran sungai peusangan yang ekstrim, dan sabana luas yang menjadi daya tarik tersendiri karena berada di pesisir hutan. Salah satu spot wisata yang memiliki potensi besar disini adalah kawasan Paya Lah; salah satu kawasan tertinggi di Karang Ampar. Dari puncak Paya Lah kita bisa memandang hamparan luas hutan yang terdiri dari 3 kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.

Melalui Flying Elephant Camp (FEC), para relawan beserta beberapa warga desa mengikuti pelatihan dan workshop terkait identifikasi potensi wisata, pembuatan paket wisata atau packaging and budgeting, P3K and emergency rescue, content creation and social media branding, sampai kelas memasak layak makan dan layak jual.

Pada malam terakhir kegiatan FEC, para relawan dan beberapa warga desa Karang Ampar menginap atau camping di puncak Paya Lah dengan view hamparan sabana, air terjun, dan aliran sungai peusangan yang ekstrim.

Pelatihan masyarakat terhadap potensi wisata di Karang Ampar diharapkan dapat menjadi solusi baru dalam memanfaatkan kekayaan alam Karang Ampar menjadi tempat wisata ekslusif atau wisata minat khusus.

Ketua dan para anggota TPFF, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan berbagai unsur masyarakat menyatakan siap untuk menjadikan Karang Ampar Desa Wisata eksklusif atau wisata minat khusus, tentu hal ini butuh kolaborasi antara desa, LSM, akademisi, bahkan pemerintah daerah.

Meskipun akses menuju lokasi terbilang jauh dan cukup sulit untuk dilalui, tapi potensi ekowisata dan agrowisata yang dimiliki desa Karang Ampar dan Bergang harus dimanafaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat sampai pemerintah kabupaten Aceh Tengah.

Semoga Pemda Aceh Tengah dapat melihat potensi besar ini dan bersama-sama berkolaborasi menjadikan Karang Ampar - Bergang menjadi Desa Ekowisata dan Agrowisata berkelanjutan.

Penulis : Marza H. Munthe, S.Pd

(Duta Wisata Aceh Tengah - Mahasiswa Magister Pasca USK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....