Menjadi Generasi Taat Pancasila, Bukan Sekadar Hafal Lima Sila

  • 02 Okt 2026 17:01 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Menjadi generasi yang taat Pancasila bukan berarti hanya mampu menghafalkan lima sila. Lebih dari itu, nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, hingga ruang digital.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, generasi muda menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga persatuan dan sikap saling menghargai. Karena itu, nilai Pancasila dinilai penting untuk menjadi pedoman dalam berinteraksi dan mengambil sikap.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP pada 2026 juga terus mendorong agar Pancasila tidak berhenti sebagai materi yang dihafalkan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui perilaku nyata. BPIP menyebut aktualisasi Pancasila dapat dilihat melalui aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat.

Lalu, seperti apa contoh menjadi generasi taat Pancasila?

Sila pertama dapat diwujudkan dengan menghormati orang lain dalam menjalankan keyakinannya. Sila kedua bisa diterapkan melalui sikap menghargai sesama dan tidak melakukan perundungan. Sila ketiga dapat dimulai dengan menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa maupun pilihan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, sila keempat mengajarkan pentingnya bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain. Sedangkan sila kelima dapat diwujudkan dengan bersikap adil, tidak pilih kasih, serta mau membantu orang lain yang membutuhkan.

Menariknya, penerapan Pancasila juga semakin relevan di dunia digital. Misalnya, sebelum membagikan sebuah informasi, generasi muda bisa membiasakan diri memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Menghargai perbedaan pendapat di media sosial dan tidak menyebarkan kebencian juga menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan.

BPIP sendiri pada Agustus 2026 menekankan bahwa tantangannya adalah memastikan Pancasila benar-benar menjadi perilaku nyata, bukan sekadar materi yang dihafalkan atau diucapkan.

Jadi, menjadi generasi taat Pancasila tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Bisa dimulai dari hal sederhana: menghargai teman, membantu sesama, menjaga kerukunan, bertanggung jawab, menggunakan media sosial dengan bijak, dan tetap menghormati perbedaan.

Karena pada akhirnya, Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk dijalankan. Dari kebiasaan kecil generasi muda hari ini, karakter Indonesia di masa depan ikut dibentuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....