Pemkab Gayo Lues Perketat Pengawasan Bantuan Pertanian
- 29 Sep 2026 16:02 WIB
- Takengon
RRI.co.id, Blangkejeren — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperketat pengawasan penyaluran bantuan pertanian agar benar-benar dimanfaatkan dan memberikan hasil bagi masyarakat.
Bupati Gayo Lues Suhaidi meminta pengawasan dilakukan sejak bantuan diserahkan hingga bibit benar-benar ditanam dan lahan dikelola kelompok tani.
Dalam program Geretek Kopi, Pemkab Gayo Lues menargetkan pengembangan kopi seluas 2.500 hektare. 1.813 hektare diantaranya telah melengkapi administrasi, koordinat poligon dan e-budgeting, sementara 687 hektare masih dalam proses kelengkapan data.
Pemkab juga menyiapkan rehabilitasi kebun kopi seluas 300 hektare serta mengusulkan rehabilitasi 1.000 hektare kebun terdampak bencana yang masih diverifikasi Pemerintah Pusat.
Suhaidi menegaskan kelompok tani yang tidak serius mengelola bantuan atau menjual bibit dapat dikenakan sanksi berupa blacklist.
"Satu atau dua ASN akan ditugaskan mengawasi kelompok tani di desa domisilinya. Kita pastikan bibit benar-benar ditanam dan lahannya dirawat. Kelompok yang tidak bersungguh-sungguh atau menjual bibit bantuan, kita ambil tindakan tegas berupa blacklist," tegasnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pencairan biaya tanam juga akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kesiapan lahan, termasuk setelah lubang tanam dinyatakan siap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....