Pentingnya Al-Qur’an sebagai Pedoman Kehidupan
- 19 Sep 2026 19:15 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Ceramah Subuh yang disiarkan secara langsung dari Masjid Agung Ruhama Takengon, Sabtu, 19 September 2026, mengangkat pesan penting mengenai kedudukan Al-Qur’an dalam kehidupan manusia. Ceramah disampaikan oleh Tgk. Khairu Hasliansya Melala, S.Pt., di hadapan jamaah Salat Subuh.
Dalam ceramahnya, Tgk. Khairu Hasliansya Melala mengawali tausiyah dengan mengajak jamaah mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga masih dapat melangkahkan kaki menuju masjid untuk melaksanakan ibadah.
Ia kemudian menyoroti kondisi kehidupan manusia di tengah perkembangan teknologi dan kemajuan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi belum selalu berjalan seiring dengan peningkatan akhlak dan spiritualitas manusia. Berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hedonisme, korupsi hingga maraknya judi online, menjadi tantangan moral yang perlu mendapatkan perhatian.
Tgk. Khairu menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah semakin jauhnya sebagian umat dari Al-Qur’an, bahkan dari kemampuan membaca Al-Qur’an. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Mengutip kandungan Surah Yunus ayat 57, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki empat fungsi utama bagi manusia, yaitu sebagai pelajaran, obat bagi penyakit hati, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga perlu dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pedoman dalam menjalankan berbagai peran, baik sebagai pejabat, pedagang, orang tua, pasangan maupun anak.
Ia mencontohkan, seseorang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk akan berusaha menghindari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama, termasuk berlaku curang, menyalahgunakan amanah maupun melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Pada akhir ceramah, Tgk. Khairu mengajak masyarakat untuk kembali membudayakan kegiatan mengaji, termasuk mendukung gerakan Magrib Mengaji yang disebutnya sebagai salah satu upaya mendekatkan keluarga dengan Al-Qur’an.
Ia mengingatkan agar Al-Qur’an tidak hanya disimpan sebagai pajangan di rumah, tetapi benar-benar dibaca dan diamalkan. Menurutnya, membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan bagian dari upaya menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan.
Ceramah Subuh tersebut ditutup dengan ajakan kepada jamaah agar terus meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....