19 September: Mengenang Merah Putih, Menjaga Semangat dan Keselamatan!
- 19 Sep 2026 09:14 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Tanggal 19 September menjadi salah satu tanggal penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada 19 September 1945, terjadi Insiden Hotel Yamato di Surabaya, ketika para pemuda Surabaya merobek bagian warna biru dari bendera Belanda yang dikibarkan di hotel tersebut hingga menyisakan warna merah dan putih.
Hotel Yamato yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan, Surabaya, menjadi saksi salah satu peristiwa yang menggambarkan kuatnya semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi setelah pengibaran bendera Belanda berwarna merah, putih, dan biru di bagian atas hotel tanpa persetujuan pemerintah Indonesia di Surabaya.
Pengibaran bendera tersebut memicu kemarahan para pemuda Surabaya. Upaya perundingan antara pihak Indonesia yang diwakili Soedirman dan pihak Belanda yang dipimpin Victor Willem Charles Ploegman tidak mencapai kesepakatan. Situasi kemudian memanas dan terjadi bentrokan di sekitar hotel.
Di tengah ketegangan tersebut, sejumlah pemuda menaiki bagian atas Hotel Yamato dan menurunkan bendera Belanda. Kusno Wibowo dan Hariyono kemudian merobek bagian biru bendera tersebut. Setelah bagian biru dilepaskan, bendera yang tersisa adalah Merah Putih dan kembali dikibarkan di atas hotel. Aksi tersebut disambut pekik “Merdeka!” dari massa yang berada di bawah.
Peristiwa Hotel Yamato kemudian menjadi salah satu rangkaian peristiwa penting yang mendahului Pertempuran Surabaya pada November 1945. Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat bahwa insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda di Hotel Yamato terjadi setelah gagalnya perundingan untuk menurunkan bendera tersebut.
Selain mengenang sejarah perjuangan bangsa, tanggal 19 September juga memiliki sejumlah momentum lain. Salah satunya adalah Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional. Korlantas Polri mencanangkan peringatan tersebut pada 2025 dan menetapkannya untuk diperingati setiap 19 September sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Pengguna jalan diharapkan senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga konsentrasi saat berkendara, serta menghormati pengguna jalan lainnya. Korlantas Polri juga menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Di tingkat internasional, 19 September juga diperingati sebagai Aortic Dissection Awareness Day atau Hari Kesadaran Diseksi Aorta. Peringatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diseksi aorta, yaitu kondisi serius ketika terjadi robekan pada lapisan dinding aorta. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada atau punggung yang muncul secara tiba-tiba dan berat, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Berbagai momentum pada 19 September tersebut menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memiliki makna yang beragam. Dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan yang serius.
Bagi generasi saat ini, mengenang Insiden Hotel Yamato bukan sekadar mengingat sebuah peristiwa masa lalu. Semangat para pemuda Surabaya dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, menghargai kemerdekaan, serta mengisi kemerdekaan dengan tindakan yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....