Hujan Deras Picu Kecemasan, BPBD Aceh Tengah Perkuat Kesiapsiagaan
- 16 Sep 2026 11:04 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah dalam beberapa minggu terakhir menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat. Trauma akibat bencana longsor yang terjadi pada November 2025 masih membekas, sehingga hujan dengan intensitas tinggi kembali memunculkan kekhawatiran akan terulangnya bencana serupa.
Sejumlah warga mengaku mulai merasa cemas setiap kali hujan deras turun, terutama mereka yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi longsor. Masyarakat berharap pemerintah hadir memberikan informasi yang jelas sekaligus memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Aceh Tengah melalui program siaran Halo RRI, Rabu 16 September 2026.
Sekretaris BPBD Aceh Tengah, Hamzah, ST, mengatakan pemerintah daerah bersama BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan longsor, terutama di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi.
Kesiapsiagaan dilakukan melalui pemantauan kondisi cuaca, koordinasi dengan instansi terkait, asesmen lapangan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan darurat.
Hamzah mengatakan BPBD Aceh Tengah menyiagakan Tim Reaksi Cepat selama 24 jam. Personel juga ditempatkan di sejumlah wilayah untuk memantau kondisi di titik-titik yang dianggap rawan dan menyampaikan informasi secara cepat kepada posko induk BPBD.
“Waspada terhadap tanda-tanda longsor jika terjadi muncul retakan baru tanah, tanah terasa bergelembung, pohon atau tiang mulai miring atau di lereng berubah keruh, ada suara gemuruh dari dalam tanah, batu atau tanah mulai berjatuhan meski hujan belum begitu deras kami mohon kepada masyarakat semua bahwasanya untuk menghindari hal-hal yang dapat menjadi tanda-tanda terjadinya longsor tersebut,” ujarnya dalam saat wawancara dengan penyiar Budi di program Halo RRI, Rabu 16 September 2026.
Menurut Hamzah, koordinasi dilakukan bersama Tim Reaksi Cepat, Tagana, TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana. BPBD juga siap melakukan asesmen, evakuasi masyarakat maupun mengerahkan peralatan apabila terjadi longsor yang menutup akses.
Pada kejadian longsor 13 September 2026, BPBD Aceh Tengah mengerahkan satu unit wheel loader dan satu unit ekskavator untuk menangani material longsor.
Di tengah kekhawatiran masyarakat, BPBD juga mengingatkan warga untuk mengenali tanda-tanda awal potensi longsor. Di antaranya muncul retakan baru pada tanah, tanah mulai bergerak atau bergelembung, pohon maupun tiang mulai miring, serta perubahan kondisi air yang sebelumnya jernih menjadi keruh.
Masyarakat juga diminta mewaspadai suara gemuruh dari dalam tanah serta batu atau tanah yang mulai berjatuhan, meskipun hujan belum turun dengan intensitas tinggi.
Hamzah mengimbau warga menghindari lereng maupun kawasan yang dianggap rawan apabila menemukan tanda-tanda tersebut.
Untuk mempercepat laporan, masyarakat yang melihat potensi atau kejadian bencana dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Tengah di nomor 0812-6425-7378.
Selain itu, masyarakat diminta mengikuti informasi cuaca dari BMKG dan informasi resmi dari pihak berwenang. Apabila terdapat peringatan evakuasi, warga diminta segera mengikuti arahan dan menuju lokasi evakuasi yang telah ditentukan.
Kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat yang masih mengalami kekhawatiran akibat pengalaman bencana sebelumnya.
BPBD Aceh Tengah meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....