Dua Siswa SDIT Al-Manar Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Arab
- 13 Sep 2026 19:28 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia pendidikan Aceh. Dua siswa SDIT Al-Manar berhasil menorehkan prestasi dalam Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi Aceh 2026 dan kini bersiap membawa nama Aceh ke tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Mereka adalah Fahma Mumtazah, peraih Juara 1, dan Danish Syakir, peraih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi Aceh 2026. Saat diundang Pro2 RRI Takengon podcast Sore Ceria Kamis, 3 September 2026.
Guru pendamping mengatakan pencapaian tersebut tentu bukan hasil instan. Ada proses belajar, latihan, pendampingan guru, serta keberanian siswa untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Arab.
Hartinah, S.Pd., Gr, Guru Bahasa Arab sekaligus bidang Kurikulum SDIT Al-Manar, mengatakan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Arab bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan jika dilakukan dengan metode yang tepat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga dengan pencapaian Fahma dan Danish. Tetapi sebenarnya yang ingin kami tekankan kepada anak-anak adalah bahwa mendapatkan juara bukanlah satu-satunya tujuan. Ada proses panjang yang jauh lebih penting, Dalam proses pembinaan, mereka belajar bagaimana mengatur waktu, disiplin berlatih, memahami materi, dan tentunya berani menghadapi kompetisi. Jadi, piala yang mereka dapatkan hari ini merupakan hasil dari proses yang mereka Jalani”. Kata Hartinah
Menurutnya, siswa tidak cukup hanya menghafal kosakata dan teori. Mereka juga perlu memahami penggunaan bahasa Arab, berlatih secara konsisten, serta membangun kepercayaan diri sejak dini.
Sementara itu, Fitri Mahrani, S.Hum., M.Pd., Gr, Guru Bahasa Arab SDIT Al-Manar, turut menekankan pentingnya dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Menurutnya, persiapan menuju tingkat nasional bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga membangun mental, kedisiplinan, dan pengalaman belajar bagi para siswa.
“Bahasa Arab sebenarnya tidak harus menjadi sesuatu yang dianggap sulit oleh anak-anak. Pembelajaran bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan disesuaikan dengan usia mereka. Kini kami Tengah mendampingi Fahma dan Danish untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional pada bulan November ini. Tantangannya tentu semakin besar, tetapi pengalaman dan prestasi di tingkat provinsi menjadi modal berharga”. Ujar Fitri
Kemampuan berbahasa Arab dapat dikembangkan sejak usia sekolah dasar melalui proses belajar yang konsisten, dukungan guru, serta keberanian siswa untuk mengikuti kompetisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....