Teladani Rasulullah, Redam Emosi dan Perkuat Ketahanan Keluarga
- 10 Sep 2026 11:46 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Mengelola emosi dan menghindari perdebatan yang tidak perlu menjadi salah satu cara menjaga keutuhan rumah tangga. Momentum Rabiul Awal dinilai tepat untuk kembali melihat bagaimana Rasulullah SAW memberikan teladan dalam memperlakukan pasangan dan anak, termasuk ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Hal itu disampaikan Tgk Prof. Dr. Safrilsyah Syarif, MA, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam ceramah live dari Masjid Agung Ruhama Takengon yang disiarkan Pro 1 RRI Takengon, Kamis, 10 September 2026.
Safrilsyah mengajak umat Islam menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai bahan pembelajaran dalam membangun hubungan keluarga. Menurutnya, Rasulullah tidak hanya memberikan keteladanan dalam urusan ibadah dan perjuangan dakwah, tetapi juga dalam kehidupan bersama keluarga.
Rasulullah SAW tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah meskipun memiliki tugas besar dalam memperkenalkan Islam. Kehidupan tersebut menunjukkan bahwa kesibukan di luar rumah tidak semestinya menjadi alasan untuk mengabaikan pasangan maupun anak.
Dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami juga dituntut untuk menghargai istrinya. Membantu pekerjaan rumah, memberikan perhatian dan membangun komunikasi yang baik merupakan bentuk penghormatan terhadap pasangan. Sikap saling membantu tersebut sekaligus dapat menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman dan mengurangi potensi konflik.
Safrilsyah menyoroti pentingnya kemampuan menata emosi, terutama ketika pasangan menghadapi perbedaan pendapat. Perdebatan yang dipenuhi emosi sering kali membuat persoalan sederhana menjadi lebih besar. Karena itu, pasangan perlu belajar mengendalikan reaksi, memberikan waktu untuk menenangkan diri dan memilih kata-kata yang tidak menyakiti.
Pesan ini menjadi penting di tengah tingginya persoalan perceraian di Aceh. Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan pasangan untuk berkomunikasi, menghargai perasaan satu sama lain dan menyelesaikan persoalan tanpa saling merendahkan.
Selain sebagai suami, seorang laki-laki juga memiliki peran penting sebagai ayah. Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana anak diperlakukan dengan kasih sayang dan penghormatan. Keteladanan tersebut menjadi pengingat bahwa anak membutuhkan figur orang tua yang mampu memberikan rasa aman, perhatian dan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Safrilsyah mengingatkan, peringatan Rabiul Awal hendaknya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali perilaku umat dalam kehidupan keluarga. Keteladanan Rasulullah sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 21 perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata, mulai dari cara berbicara kepada pasangan, mendidik anak hingga menyelesaikan konflik.
Di akhir ceramah, ia menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan sebaik-baik contoh bagi umat manusia. Dengan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman, keluarga diharapkan mampu menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, ketenangan dan saling menghargai, sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan tanpa harus berujung pada perpecahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....