Hari Radio, RRI Takengon Hadir Membawa Kebahagiaan untuk Anak-Anak SLB Kebayakan
- 10 Sep 2026 09:16 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Senyum dan keceriaan anak-anak SLB Negeri Kebayakan menyambut kedatangan rombongan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia atau LPP RRI Takengon.
Rabu 9 September 2026, RRI Takengon tidak hanya datang membawa nama dan program siaran. Ada kepedulian yang dibagikan. Ada kebahagiaan yang dihadirkan dan ada pesan sederhana bahwa perhatian kepada sesama tidak selalu harus dalam jumlah yang besar.
Kehadiran RRI Takengon di SLB Negeri Kebayakan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan RRI Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RRI ke-81.
Melalui kegiatan tersebut, RRI Takengon memberikan santunan kepada anak-anak yang tinggal di asrama SLB Negeri Kebayakan.
Kepala LPP RRI Takengon, Imam Taufik, mengatakan santunan yang diberikan mungkin tidak seberapa nilainya. Namun, menurutnya, yang jauh lebih penting adalah semangat berbagi dan kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Ini bagian dari kegiatan rangkaian RRI Fest 2026 yang memang kami laksanakan secara nasional. Salah satunya kita bisa mengunjungi panti asuhan dengan memberikan santunan. Kalau dilihat dari jumlahnya tidak banyak, tapi mudah-mudahan ini sekadar untuk membantu meringankan, memberi kebahagiaan sesama, khususnya untuk anak-anak yang memang membutuhkan dan tinggal di asrama,” ujarnya.
Diungkapkan Kepala RRI Takengon, kegiatan ini bukan sekadar rangkaian peringatan ulang tahun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan RRI tetap hadir di tengah masyarakat.
Tidak hanya melalui suara yang setiap hari mengudara, tetapi juga melalui aksi nyata yang dapat dirasakan secara langsung. Imam Taufik berharap, semangat berbagi tersebut dapat terus dilakukan RRI Takengon melalui berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Kebayakan, Musliadi Rishna, menyambut baik perhatian yang diberikan RRI Takengon. Ia mengungkapkan, anak-anak yang tinggal di asrama SLB Negeri Kebayakan datang dari berbagai latar belakang dan memiliki beragam kebutuhan.
Namun di balik keterbatasan yang dimiliki, mereka juga menyimpan kemampuan, semangat dan prestasi yang patut dibanggakan. Ada siswa yang berhasil meraih prestasi tingkat nasional dalam bidang tata boga dan ada pula siswa yang meraih juara tiga tingkat Provinsi Aceh dalam bidang kriya kayu.
“Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” katanya.
Musliadi menilai, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak menjadi energi positif bagi anak-anak untuk terus berkembang.
“Terima kasih kami haturkan kepada Kang Iman yang sudi kiranya berbagi kepada kita. Kita tidak melihat nilainya, tentu yang kita lihat adalah keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di sini dengan berbagai ketunaannya, ada yang tuna rungu, ada yang tuna grahita dan sebagainya.”
Di tengah suasana penuh keakraban itu, satu pesan kembali mengemuka, bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar dan meraih masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....