Relawan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Bencana dan Beasiswa Pendidikan

  • 26 Agt 2026 08:11 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon — Aksi Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Aceh Tengah tidak hanya dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat. Ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat, relawan juga turun langsung menyalurkan bantuan, sementara di sektor pendidikan lebih dari 20 siswa telah mendapatkan bantuan selama dua tahun terakhir.

Hal itu diungkapkan Gunedi Saufa Asri, Relawan Inspirasi Rumah Zakat, saat berbincang dalam program Ruang Komunitas Pro 1 RRI Takengon, Senin, 24 Agustus 2026.

Salah satu aksi terbaru dilakukan setelah kebakaran yang terjadi di kawasan Jeget Ayu. Relawan Rumah Zakat turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak beberapa hari lalu.

Gunedi mengatakan, aksi kemanusiaan merupakan bagian dari kegiatan Rumah Zakat melalui unit Rumah Zakat Action. Kegiatan serupa juga dilakukan ketika terjadi bencana hidrometeorologi dan banjir bandang di Aceh Tengah.

Menurutnya, pengalaman terjun langsung dalam penanganan bencana memberikan pelajaran tersendiri mengenai arti kepedulian. Ia mengenang saat bersama relawan harus berjalan kaki membawa bantuan pangan dalam kondisi jalan yang dipenuhi lumpur.

“Berangkat jam delapan, pulang jam dua pagi. Di tengah malam kita mengangkut beras, di lumpur yang sampai selutut,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut, kata Gunedi, menjadi bagian penting dalam perjalanan kerelawanannya dan diharapkan dapat menjadi amal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya dalam kondisi bencana, perhatian Rumah Zakat juga diarahkan pada sektor pendidikan. Dalam dua tahun terakhir, terdapat lebih dari 20 siswa di Aceh Tengah yang mendapatkan bantuan pendidikan.

Rumah Zakat juga memberikan beasiswa kepada seorang mahasiswa asal Aceh Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. Mahasiswa tersebut merupakan seorang hafiz Al-Qur'an dan berprestasi.

Bantuan pendidikan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi anak-anak dan generasi muda agar tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Gunedi menegaskan, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Relawan tidak hanya hadir ketika masyarakat terkena musibah, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan kegiatan keagamaan.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunggu memiliki banyak sumber daya untuk mulai berbuat baik.

“Memaksimalkan segenap potensi kita untuk beramal dan berbuat kebaikan,” pesannya.

Semangat itu sejalan dengan tema Ruang Komunitas malam tersebut, “Berbagi Aksi, Menggugah Hati”, bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, lingkungan terdekat, serta kemampuan yang dimiliki setiap orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....