Temui Pemerintah Pusat, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Gayo Lues

  • 25 Agt 2026 19:43 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID,Jakarta - Pemerintah Aceh memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues pascabencana hidrometeorologi.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah atau Dek Fadh bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah infrastruktur strategis yang dinilai mendesak untuk segera ditangani secara permanen.

“Memperkuat sinergi sangat penting untuk mempercepat pergerakan pemulihan daerah yang terdampak bencana,” kata Dek Fadh.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur diperlukan untuk memulihkan konektivitas, mendukung pemerataan pembangunan serta menjamin keselamatan masyarakat.

“Kami mengusulkan demi pemulihan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues. Infrastruktur yang tangguh merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Gayo Lues, Suhaidi mengatakan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah setelah bencana.

Infrastruktur teesebut sangat penting untuk memperlancar distribusi logistik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Pasca bencana hidrometeorologi, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama kami, agar masyarakat Gayo Lues bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar,” kata Suhaidi.

Suhaidi menyebut usulan ini juga merupakan tindak lanjut dari Dua kali kunjungan Wakil Presiden ke Gayo Lues.

Dalam kunjungannya, Wapres telah melihat langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana dan meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan mendesak kepada pemerintah pusat.

“Penanganan darurat sudah berjalan bertahap. Namun, pembangunan permanen perlu segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terus terhambat,” ujarnya.

Sejumlah infrastruktur yang diusulkan untuk dipercepat pembangunannya meliputi Jembatan Aih Bobo dan Jembatan Kendawi masing-masing sepanjang 80 meter.

Kemudian Jembatan Rerebe di Tripe Jaya dan Jembatan Pintu Rime masing-masing 180 meter, Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya serta Jembatan Simpang Kenyaran-Aih Ilang masing-masing 80 meter.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan Jembatan Lesten sepanjang 120 meter serta Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer.(FJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....