Datangi DPRK Aceh Tengah, Warga Serempah Tuntut Kejelasan Relokasi Kampung
- 20 Agt 2026 12:10 WIB
- Takengon
Poin Utama
- Ratusan masyarakat dari Kampung Serempah, Kecamatan Ketol menggelar aksi unjuk rasa di DPRK Aceh Tengah pada Kamis 20 Agustus 2026.
- Para pengunjuk rasa merupakan korban bencana hidrometeorologi yang hingga kini masih menempati Hunian Sementara (Huntara).
- Aksi unjuk rasa dilakukan oleh Forum Masyarakat Ketol (Formasket) untuk menuntut penyelesaian perumahan permanen bagi para korban bencana.
RRI.CO.ID,Takengon - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Ketol (Formasket) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Kamis 20 Agustus 2026.
Masyarakat yang berasal dari Kampung Serempah, Kecamatan Ketol itu merupakan korban bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga kini, mereka masih menempati Hunian Sementara (Huntara).
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Salah satu tuntutan utama yakni meminta pemerintah segera menetapkan lokasi relokasi pemukiman yang aman dan layak.
Penanggung Jawab Aksi, Sutrisno mengatakan kondisi permukiman warga saat ini dinilai masih menghadapi ancaman bencana, terutama longsor dan abrasi. Kondisi geografis kampung juga dinilai membahayakan untuk kembali dihuni.
“Kami meminta pemerintah melakukan relokasi masyarakat Kampung Serempah, ke lokasi yang lebih aman dan layak untuk kami huni,” ujar Sutrisno.
Selain relokasi, Formasket juga meminta pemerintah menyediakan rumah bagi masyarakat terdampak bencana serta memastikan tersedianya akses jalan, air bersih, listrik, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya di lokasi relokasi.
Warga juga meminta agar dilibatkan dalam proses penentuan lokasi hingga pelaksanaan relokasi. Mereka berharap pemerintah memberikan kepastian mengenai hak dan bantuan bagi warga yang direlokasi sesuai dengan kebutuhan.
"Kami juga meminta kepastian terkait Jaminan Hidup (Jadup), serta bantuan perabot pengganti rumah tangga yang terdampak bencana. Apalagi ada warga yang sampai saat ini, masih belum dapat bantuan," jelasnya.
Aksi sempat memanas ketika massa meminta Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dihadirkan untuk menemui mereka. Sebab, saat itu yang hadir hanya Wakil Bupati, Muchsin Hasan bersama sejumlah anggota DPRK setempat.
Kendati demikian, aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan hanya berlangsung sesaat. Petugas berhasil kendalikan situasi sehingga massa kembali melanjutkan aksi sembari tetap mendesak agar bupati dihadirkan.(FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....