Perubahan Cuaca Ancam Produktivitas Kopi Arabika Gayo
- 11 Agt 2026 19:26 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Perubahan pola hujan menjadi salah satu tantangan serius bagi sektor pertanian, khususnya perkebunan kopi arabika di dataran tinggi Gayo. Hal tersebut disampaikan Founder Gayo Environmental Conservation (GEC), Zakiyya Ramadhan, dalam Dialog Ruang Komunitas RRI Takengon, Senin, (10/8/2026).
Zakiyya menjelaskan, tingginya intensitas hujan dan ketidakstabilan cuaca dapat memengaruhi kualitas buah kopi arabika. Kondisi tersebut menyebabkan buah mengalami cracking atau kulit buah pecah, lebih cepat rontok, serta mudah membusuk karena rentan terinfeksi bakteri.
Selain perubahan cuaca, Zakiyya menyoroti pentingnya penerapan praktik agroforestri dalam pengelolaan kebun kopi. Menurutnya, perkebunan kopi monokultur tanpa pohon pelindung atau naungan alami dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Hilangnya keanekaragaman pohon juga berdampak terhadap siklus hama dan pemangsa alami. Burung serta predator alami lainnya cenderung berpindah ke kawasan hutan, sehingga populasi hama kopi, termasuk penggerek batang dan jamur, berpotensi meningkat.
Karena itu, penerapan agroforestri dinilai penting untuk menjaga ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan kopi arabika Gayo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....