Badge Jamnas, Kontingen Aceh Tengah Promosikan Budaya Gayo di Tingkat Nasional
- 09 Agt 2026 20:09 WIB
- Takengon
Poin Utama
- Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tengah membawa badge khusus pada Jambore Nasional XII 2026 untuk memperkenalkan identitas dan budaya Takengon.
- Badge tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal tetapi juga sebagai media promosi budaya lokal kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
- Priska, Pembina Pendamping Putri Kontingen, menekankan peran badge dalam memperkenalkan ikon dan kekayaan budaya Aceh Tengah kepada peserta nasional.
RRI.CO.ID, Takengon: Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tengah membawa misi memperkenalkan identitas, budaya, dan potensi daerah melalui badge atau lencana pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Pembina Pendamping Putri Kontingen Jamnas Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tengah, Priska, mengatakan badge yang dibawa peserta tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan berbagai ikon dan kekayaan budaya Takengon kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Setiap anggota kontingen membawa sekitar 25 lembar badge untuk ditukarkan dengan peserta Jamnas dari daerah lain. Desain badge tersebut mengangkat sejumlah ikon khas Aceh Tengah, di antaranya Danau Lut Tawar, kopi Gayo, Tugu Aman Dimot, serta motif kerawang Gayo.
“Badge ini mengangkat ciri khas Takengon, seperti Danau Lut Tawar, kopi, Tugu Aman Dimot, dan kerawang. Jadi nanti teman-teman dari daerah lain bisa mengenal Aceh Tengah melalui badge yang kita bawa,” ujar Priska, Minggu 9 Agustus 2026.
Menurut Priska, tradisi pertukaran badge di ajang Jamnas menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka Aceh Tengah untuk memperluas persahabatan sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Jamnas XII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan nasional bagi Pramuka Penggalang tersebut mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.
Jamnas XII menjadi ajang pertemuan besar Pramuka Penggalang dari berbagai daerah sekaligus menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, mengembangkan keterampilan, kemandirian, dan pengalaman peserta dalam suasana kebinekaan.
Priska berharap pertukaran badge selama Jamnas tidak berhenti sebagai aktivitas kepramukaan, tetapi dapat menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Aceh Tengah.
Melalui badge tersebut, anggota Pramuka Aceh Tengah diharapkan mampu memperkenalkan Takengon sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, kopi Gayo, sejarah, serta budaya Gayo kepada generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....