Baitul Mal Aceh Tengah Tanggapi Isu Kristenisasi di Kala Wih Ilang

  • 31 Jul 2026 17:27 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID,Takengon - Baitul Mal Aceh Tengah bersama Camat Pegasing, Kepala KUA Kecamatan Pegasing, dan Reje Kampung Wih Ilang melakukan kunjungan ke Dusun Kala Wih Ilang, Kamis 30 Juli 2026.

Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat, terkait dugaan adanya kristenisasi dan pelanggaran syariat Islam di wilayah tersebut.

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dusun Kala Wih Ilang saat ini dihuni oleh sekitar 103 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu 37 KK masih beragama Kristen, sementara sisanya merupakan mualaf serta beberapa keluarga telah memeluk Islam sejak awal.

Komisioner Baitul Mal Aceh Tengah, Tgk Abdul Azis mengatakan pihaknya hadir untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan bagi para mualaf. Dalam kunjungan itu, juga diserahkan sejumlah bantuan.

"Kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Mualaf merupakan salah satu golongan yang berhak menerima zakat, sehingga pembinaan kepada mereka akan terus dilakukan," katanya.

"Saat ini ada Tiga mualaf baru yang menerima bantuan, dan masih ada beberapa mantan mualaf yang membutuhkan penguatan akidah serta bimbingan ibadah, agar semakin mantap menjalankan ajaran Islam," ujar Abdul Azis.

Sementara itu Camat Pegasing, Arisa Putra Abdul Rahim, S.STP mengimbau masyarakat setempat yang belum memiliki dokumen kependudukan agar segera mengurus KTP Aceh Tengah.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh warga setempat untuk selalu menjaga ketertiban dan menghormati setiap aturan yang berlaku di Aceh.

"Administrasi kependudukan harus segera dilengkapi. Aceh memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam, sehingga seluruh masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim, diharapkan saling menghormati," pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KUA Kecamatan Pegasing, Syamsul Huda, S.Ag mengajak seluruh masyarakat Dusun Wih Ilang untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati meskipun berbeda keyakinan.

"Mari kita hidup berdampingan dengan saling menghargai serta menghormati nilai-nilai yang berlaku di Aceh, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam," harapnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat Dusun Kala Wih Ilang. Sekaligus menjaga suasana tetal aman, tertib, serta harmonis di tengah keberagaman.(FZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....