Kemajuan AI Justru Menguatkan Keyakinan terhadap Kebenaran Al-Qur'an
- 30 Jul 2026 09:04 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak semestinya menjadi alasan umat Islam meragukan ajaran agama. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu gambaran yang semakin menguatkan keyakinan terhadap kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya mengenai pengawasan Allah terhadap seluruh amal perbuatan manusia.
Pesan tersebut disampaikan Tgk. Drs. Ansari, MK, MH dalam Ceramah Subuh yang berlangsung secara langsung dari Masjid Agung Ruhamah Takengon dan disiarkan melalui Pro 1 RRI Takengon, Rabu 29 Juli 2026.
Dalam ceramahnya, Tgk. Ansari mengawali dengan mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat melaksanakan salat Subuh berjamaah. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir setelah salat fardu karena memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Memasuki materi utama, ia membahas persoalan yang kerap menimbulkan keraguan sebagian kalangan terhadap firman Allah dalam Al-Qur'an mengenai malaikat yang mencatat seluruh amal manusia. Menurutnya, pertanyaan tentang bagaimana mungkin setiap manusia diawasi dan dicatat amalnya sering dijadikan bahan diskusi bahkan dipersoalkan oleh sebagian pihak.
Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami, Tgk. Ansari kemudian mencontohkan perkembangan teknologi AI. Menurutnya, satu sistem AI mampu melayani jutaan pengguna secara bersamaan dengan pertanyaan yang berbeda-beda dalam waktu yang sama.
"Kalau sistem buatan manusia saja mampu melayani jutaan orang secara serentak, tentu tidak ada alasan untuk meragukan kekuasaan Allah dalam menugaskan malaikat mencatat seluruh amal manusia," ujarnya di hadapan jamaah.
Sebagai ilustrasi, ia memperagakan secara langsung penggunaan AI dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari pengertian AI, informasi mengenai Masjid Agung Ruhamah Takengon, hingga isu-isu yang sedang menjadi perhatian publik. Melalui demonstrasi tersebut, ia menunjukkan bahwa AI dapat memberikan informasi dengan cepat berdasarkan data yang tersedia, meski tetap memiliki keterbatasan dan bergantung pada sumber informasi yang dimilikinya.
Menurut Tgk. Ansari, kecanggihan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk semakin mengagumi kebesaran Allah, bukan sebaliknya. Ia menilai AI hanyalah hasil ciptaan manusia, sedangkan ilmu dan kekuasaan Allah jauh melampaui segala bentuk teknologi.
Selain itu, ia kembali menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan kitab suci yang terjaga keasliannya. Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur'an yang menunjukkan bahwa Allah sendiri menjamin pemeliharaan kitab suci tersebut sehingga tidak dapat dipalsukan ataupun diubah.
Di akhir ceramahnya, Tgk. Ansari mengajak umat Islam, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana memperkuat keimanan dengan terus mempelajari dan memahami kandungan Al-Qur'an.
"Yang perlu diperbaiki bukan Al-Qur'annya, tetapi semangat kita untuk mempelajari dan menghayati isi Al-Qur'an. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, seharusnya semakin bertambah pula keyakinan kita terhadap kebenaran firman Allah," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....