Kerusakan Hutan Gayo Ancam Satwa dan Krisis Lingkungan Berkelanjutan

  • 27 Jul 2026 19:35 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Kerusakan hutan di kawasan Gayo menjadi perhatian serius dalam program dialog “Go Green” RRI Takengon yang disiarkan pada Sabtu (25/7/2026). Narasumber Sri Wahyuni, Sekretaris Gayo Alas Conservation Center (GACC), mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas lingkungan di wilayah tersebut.

Menurut Sri Wahyuni, pembukaan hutan untuk ekspansi perkebunan, seperti kelapa sawit dan kebun kopi, terus mengurangi tutupan hutan. Selain itu, aktivitas tambang ilegal yang masih beroperasi tanpa pengawasan ketat semakin memperparah kerusakan kawasan konservasi. Ia juga menilai kebijakan pemberian izin lahan skala besar kepada korporasi masih belum seimbang dengan upaya perlindungan lingkungan.

Kerusakan hutan berdampak langsung pada ekosistem. Satwa dilindungi seperti gajah, harimau, dan beruang kehilangan habitat sehingga semakin sering memasuki permukiman warga. Burung enggang atau rangkong yang menjadi simbol kekayaan hayati Gayo pun kini semakin sulit ditemukan.

Sri Wahyuni menegaskan bahwa deforestasi turut meningkatkan risiko longsor, banjir, kekeringan, serta mengancam kelestarian ekosistem Danau Laut Tawar. Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi menjaga hutan demi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....