BMKG Perbarui Parameter Gempa Aceh Menjadi Magnitudo 5,5

  • 22 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui hasil analisis gempa bumi yang mengguncang wilayah Aceh pada pukul 11.18.23 WIB. Berdasarkan parameter terbaru, gempa berkekuatan Magnitudo 5,5 dengan kedalaman 9 kilometer, berpusat di darat pada koordinat 4,24 Lintang Utara dan 97,56 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami, Rabu 22 Juli 2026.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu aktivitas Sesar Oreng. Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Menurut BMKG, guncangan terkuat mencapai skala V MMI di Kabupaten Gayo Lues. Pada intensitas tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, sebagian orang terbangun, gerabah dapat pecah, dan barang-barang bergoyang maupun berpindah.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah. Di wilayah tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi.

Getaran dengan intensitas III MMI dirasakan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang. Sementara intensitas II MMI dirasakan di Kota Langsa, Kabupaten Pidie, dan Pidie Jaya.

Hingga pukul 11.30 WIB, hasil pemantauan BMKG mencatat satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan Magnitudo 3,8 serta dua gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman. Informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....