Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Gayo Lues, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

  • 22 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada pukul 11.18.23 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 4,15 Lintang Utara dan 97,45 Bujur Timur atau sekitar 21 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dangkal tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami, Rabu (22/7/2026).

Informasi yang diterima BMKG menyebutkan, gempa berasal dari aktivitas tektonik pada jalur Sesar Sumatra (Great Sumatran Fault) yang membelah Pulau Sumatra dari Aceh hingga Lampung. Kawasan Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah merupakan bagian dari wilayah yang dipengaruhi sistem sesar aktif tersebut sehingga memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman 10 kilometer tergolong sebagai gempa dangkal. Gempa jenis ini umumnya lebih mudah dirasakan masyarakat di sekitar pusat gempa karena sumber energinya berada dekat permukaan bumi.

Berdasarkan peta lokasi gempa BMKG, pusat gempa berada di daratan sehingga tidak berpotensi memicu tsunami. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Masyarakat di wilayah Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, serta daerah sekitarnya diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menghindari bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman serta selalu mengikuti informasi resmi melalui BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Secara geologi, Sesar Sumatra merupakan salah satu sesar aktif terbesar di Indonesia dengan panjang sekitar 1.900 kilometer. Pergerakan sesar ini menjadi salah satu sumber utama gempa bumi di wilayah barat Indonesia, khususnya di Pulau Sumatra. Aktivitas sesar tersebut terbentuk akibat interaksi antara Lempeng Indo Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Aceh. Masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dengan memahami langkah-langkah evakuasi serta menerapkan prinsip bangunan tahan gempa untuk mengurangi risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....