Musim Kemarau Meluas, Hujan Masih Berpotensi Terjadi

  • 17 Jul 2026 22:40 WIB
  •  Takengon
Poin Utama
  • BMKG memprediksi musim kemarau akan semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia selama periode 17 hingga 23 Juli 2026.
  • Sebanyak 72,38 persen wilayah Indonesia didominasi curah hujan rendah pada Dasarian I Juli 2026, menunjukkan musim kemarau semakin mendominasi.
  • Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena dinamika atmosfer masih berpotensi memicu hujan di sejumlah daerah meskipun musim kemarau dominan.

RRI.Co.ID, Redelong : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia selama periode 17 hingga 23 Juli 2026. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena dinamika atmosfer masih berpotensi memicu hujan di sejumlah daerah.

Berdasarkan analisis BMKG, pada Dasarian I Juli 2026, sekitar 72,38 persen wilayah Indonesia didominasi oleh curah hujan rendah. Sementara itu, wilayah dengan curah hujan kategori menengah mencapai 25,99 persen, kategori tinggi 1,58 persen, dan sangat tinggi hanya 0,05 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa musim kemarau semakin mendominasi sebagian besar wilayah Tanah Air.

Dari sisi sifat hujan, sekitar 70,08 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Meski demikian, dinamika atmosfer yang masih aktif diperkirakan dapat memicu pembentukan awan hujan secara lokal, sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, terutama pada siang hingga malam hari.

BMKG juga mencatat bahwa musim kemarau kini telah berlangsung di sekitar 60,5 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia. Wilayah yang paling terdampak meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, serta sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dua kondisi cuaca yang dapat terjadi secara bersamaan, yakni cuaca panas akibat musim kemarau dan hujan yang masih berpotensi muncul secara tiba-tiba karena pengaruh dinamika atmosfer. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai dampak seperti genangan sesaat, angin kencang, petir, hingga berkurangnya jarak pandang saat hujan.

BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru serta peringatan dini cuaca dari BMKG, sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....